Profil Aji Muhammad Arifin, Sultan Ke-21 Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Profil Aji Muhammad Arifin, Sultan Ke-21 Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 15 Jan 2026 17:50 WIB
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Adji Muhammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)
Foto: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Aji Muhammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)
Kutai Kartanegara -

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin jadi sorotan usai disapa Presiden Prabowo di acara peresmian kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Siapakah Sultan Aji Muhammad Arifin?

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin adalah pemimpin adat ke-21 dari Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar). Sultan Arifin lebih dulu menjabat sejak 2016 sebagai putra mahkota.

Sultan Aji Muhammad Arifin lahir di Wassenaar, Provinsi Zuid-Holand, Belanda pada 9 Februari 1951. Dia merupakan anak ke-2 dan putra pertama dari Sultan Aji Muhammad Salehuddin II dan dari Permaisuri Aji Ratu Aida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah ayahnya mangkat (meninggal), beliau menggantikan sebagai Sultan," ujar kerabat Sultan, Raden Cokro Projo kepada detikKalimantan, Kamis (15/1/2026).

Ayahnya, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II wafat pada 5 Agustus 2018. Kemudian Sultan Aji Muhammad Arifin pun diangkat menggantikan sang ayahanda pada 15 Desember 2018 dan dinobatkan di Keraton atau Museum Mulawarman.

"Sultan Aji Muhammad Arifin dikenal sebagai pemimpin dengan pribadi yang rendah hati dan ramah," ucap Raden Cokro.

Sebelum masa pemerintahan dimulai, Kesultanan Kukar dulu merupakan penyatuan dari dua kerajaan sebelumnya, yaitu Kutai Martadipura (kerajaan Hindu tertua) dan Kutai Kartanegara (kerajaan Islam yang lebih muda). Dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, hampir meliputi Kalimantan Timur, sampai Selat Makassar.

"Dulu Kesultanan Kukar ini menguasai wilayah administrasi Kukar, Balikpapan Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Kalau Berau dan Paser, itu mempunyai kerajaan tersendiri," tambahnya.

Meski telah memasuki masa pemerintahan modern, Sultan Kukar tetap dilibatkan dalam segala urusan pemerintahan daerah. Termasuk memberi nasihat untuk pembangunan Kukar.

"Sangat (dilibatkan), bahkan di Pemerintahan Kabupaten, beliau sangat dituakan dan dihargai. Selalu dilibatkan bahkan menjadi penasihat untuk membangun sesuatu yang baik-baik (pembangunan daerah)," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyusuri Perjalanan ke Labuan Cermin di Berau dengan Menggunakan Perahu yang Menyenangkan "
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads