Prabowo Heran Sultan Kukar Duduk di Kursi Belakang, Kerabat Merespons

Prabowo Heran Sultan Kukar Duduk di Kursi Belakang, Kerabat Merespons

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 15 Jan 2026 13:00 WIB
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Adji Mohammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim.
Foto: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Aji Mohammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)
Kutai Kartanegara -

Keberadaan Sultan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura, Yang Mulia Aji Muhammad Arifin dalam acara peresmian kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur membuat Presiden Prabowo Subianto heran. Sultan ditempatkan duduk di belakang.

Momen ini juga menuai sorotan publik karena dinilai tidak menghormati budaya setempat. Kerabat Kesultanan pun menilai persoalan tersebut muncul akibat lemahnya koordinasi dan pemahaman adat oleh protokol.

Dikonfirmasi detikKalimantan, kerabat Kesultanan Kukar, Raden Cokro Projo, mengatakan pihaknya tidak mengetahui alasan pasti penempatan Sultan di belakang. Namun kejadian itu jelas cukup memalukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin ke depannya kalau kami berharap protokol dari Kaltim bisa memberikan advice ke siapapun panitia dari pusat bahwa ini Sultan tidak layak kita tempatkan di sini. Toh itu menjadi notice dari Presiden, kan memalukan bagi kita semua kan akhirannya. Artinya mereka di kurangnya pemahaman tentang adat dan adab," ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Sultan Arifin, kata Raden Cokro, sebenarnya tak mempermasalahkan. Namun kemarahan justru dari masyarakat Kutai.

"Sultan itu sebenarnya tidak menganggap dirinya, bahwa ini Sultan loh. Dia tetap menjaga kestabilan acara, rendah hatinya, tetap dijaga. Artinya biar acara ini berjalan lancar. Dia sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan. Tapi ya masyarakat yang keberatan ya, itulah yang bikin kacau," kata dia.

Raden Cokro mengungkapkan, bahwa peristiwa ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya saat ada kenegaraan, tidak pernah Sultan di tempatkan di belakang.

"Kalau dulu ya, dulu tidak seperti ini. Artinya tetap ada koordinasi bahwa ini akan, mereka mengasih tahulah. Kan tamu-tamunya mereka kasih tahulah. Ya ini Sultan loh bekas pemimpin kita di dulu sebelum zaman pemerintahan.
Kalau saya pikir sih ini koordinasi yang kurang ya," tuturnya.

Ia berharap pemerintah, baik daerah maupun pusat mempelajari lagi tentang adab dan adat istiadat di tanah Kutai. Karena masih ada dari mereka selama ini menganggap Sultan itu sebagai simbol, sedangkan masyarakat itu tidak menganggap seperti itu.

"Biar bagaimana pun Sultan ini adalah lambang marwah bagi rakyat Kutai. Karena kami menganggap Sultan ini sebagai benteng terakhir kami untuk menjaga adat dan istiadat. Itu harapan kami agar ke depannya di Kabupaten Kutai dan Kaltim ini khususnya, bisa berjalan lancar dan aman dan tenteram. Kita harus menjaga kestabilan itu dengan sedikit memberi penghormatan kepada sultan. Itu harapan kami," tuturnya.

Untuk diketahui, Sultan Kukar menghadiri acara peresmian megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina oleh Presiden Prabowo di Balikpapan, Senin (12/1/2026). Saat itu Prabowo menyapa para hadirin.

Selain jajaran kabinet, Prabowo juga menyapa Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Wali Kota Balikpapan Rahmat Mas'ud, hingga Sultan Kukar. Sultan pun berdiri dan tangannya menghormat kepada Presiden. Namun Prabowo tampak heran karena Sultan duduk di belakang.

"Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin. Hadir? Yang Mulia. Sultan kok ditaruh di belakang?" kata Prabowo sambil menunjukkan gestur tangan agar seharusnya duduk di depan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun di Rentang 6,0-6,5 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads