Sultan Kukar Duduk di Kursi Belakang, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Sultan Kukar Duduk di Kursi Belakang, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 15 Jan 2026 15:33 WIB
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Adji Mohammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)
Foto: Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Aji Mohammad Arifin dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)
Samarinda -

Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) mengklarifikasi soal penempatan kursi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Aji Muhammad Arifin dalam acara peresmian kilang Balikpapan, Senin lalu. Hal ini menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto heran Sultan diberi tempat duduk di belakang.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Kaltim, Syarifah Alawiyah, menegaskan penataan tempat duduk dalam agenda kunjungan Presiden RI sepenuhnya menjadi kewenangan protokol Istana. Pihaknya hanya berperan sebagai pendukung dan tidak memiliki kewenangan mengubah susunan yang telah ditetapkan pusat.

"Kami hanya sebagai pendukung saja. Pada saat acara, tempat duduk sudah diatur protokol Istana, lengkap dengan nama, dan kami tidak bisa mengubah apa pun, bahkan saat acara berlangsung nyaris protokol provinsi itu tidak dibolehkan masuk, tapi hasil koordinasi kita boleh masuk tapi hanya dua orang," katanya kepada detikKalimantan, Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabag Adpim Setda Kaltim Syarifah Alawiyah menyampaikan klarifikasi soal Sultan Kukar Ing Martadipura Yang Mulia Adji Muhammad Arifin ditempatkan di kursi belakang. (Riani/detikKalimantan)Kabag Adpim Setda Kaltim Syarifah Alawiyah menyampaikan klarifikasi soal Sultan Kukar Ing Martadipura Yang Mulia Aji Muhammad Arifin ditempatkan di kursi belakang. (Riani/detikKalimantan)

Ia menyebut susunan kursi mengikuti ketentuan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, yang mengatur urutan tata tempat pejabat negara. Dalam kondisi tersebut, posisi Gubernur Kaltim hingga Forkopimda pun berada di baris kedua karena keterbatasan kursi.

"Kami juga sempat protes karena Gubernur di baris kedua, tapi di depannya ada menteri dan DPR RI. Sebagai insan protokol, kami paham aturan itu," jelasnya.

Menurut Syarifah, dinamika di lapangan juga dipengaruhi minimnya kepastian kehadiran Presiden hingga hari pelaksanaan. Rapat koordinasi wilayah yang sedianya digelar pun batal karena agenda pusat yang berubah.

"Otomatis kami pihak Pemprov tidak termonitor, siapa yang diundang, siapa yang hadir. Bahkan kehadiran Presiden pun masih abu-abu. Sampai hari H, kehadiran Presiden masih bersifat antisipasi, tapi persiapan itu tetap dilakukan protokol istana dengan cara Gubernur tetap diminta stand by, jadi koordinasi pusat dan daerah tidak berjalan optimal," ujarnya.

Meski demikian, Syarifah menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pihaknya memperjuangkan untuk duduk di kursi depan. Ia juga menegaskan tidak ada unsur pelecehan atau penghinaan terhadap Kesultanan Kutai Kartanegara dalam peristiwa tersebut.

"Kejadian itu murni akibat keterbatasan tempat dan kondisi acara yang bersifat mendadak. Tidak ada niat melecehkan atau mengerdilkan siapa pun, ini murni keterbatasan teknis dan kewenangan," tuturnya.

Untuk diketahui, Sultan Kukar menghadiri acara peresmian megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina oleh Presiden Prabowo di Balikpapan, Senin (12/1/2026). Saat itu Prabowo menyapa para hadirin.

Selain jajaran kabinet, Prabowo juga menyapa Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Wali Kota Balikpapan Rahmat Mas'ud, hingga Sultan Kukar. Sultan pun berdiri dan tangannya menghormat kepada Presiden. Namun Prabowo tampak heran karena Sultan duduk di belakang.

"Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Mohammad Arifin. Hadir? Yang Mulia. Sultan kok ditaruh di belakang?" kata Prabowo sambil menunjukkan gestur tangan agar seharusnya duduk di depan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Gemerlap Lampu Malam di Jembatan Kutai Samarinda"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads