Banyak kota kuno terkemuka yang hilang, termasuk ibu kota kerajaan dan kekaisaran besar. Arkeolog bekerja keras untuk menemukannya.
Soal kota-kota itu pernah ada karena teks kuno mendeskripsikannya. Namun lokasinya mungkin hilang ditelan waktu.
Di beberapa kasus, penjarah menemukannya dan mencuri banyak artefak, namun tak mengungkap lokasinya. Dikutip detikInet dari Live Science, berikut kota kuno yang keberadaannya masih menjadi misteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota Kuno yang Masih Misteri:
1. Thinis
Thinis (atau Tjenu) adalah kota kuno di Mesir selatan yang berjaya pada awal sejarah peradaban tersebut. Menurut penulis kuno Manetho, di sinilah raja-raja awal Mesir memerintah sekitar 5.000 tahun lalu saat Mesir mulai dipersatukan.
Meskipun ibu kota kemudian dipindah ke Memphis, Thinis tetap menjadi ibu kota provinsi selama periode Kerajaan Lama. Lokasinya diyakini berada di dekat Abydos, karena banyak anggota elit masyarakat dan keluarga kerajaan dimakamkan di wilayah tersebut sekitar 5.000 tahun lalu.
2. Al-Yahudu
Al-Yahudu berarti 'Kota Yehuda', yakni permukiman di Kekaisaran Babilonia tempat orang-orang Yahudi tinggal setelah Kerajaan Yehuda ditaklukkan oleh Raja Nebukadnezar II pada 587 SM.
Sekitar 200 tablet dari pemukiman ini menunjukkan mereka tetap menjaga iman dan menggunakan 'Yahweh' (nama Tuhan) dalam nama mereka. Lokasi Al-Yahudu belum teridentifikasi, namun kemungkinan besar di Irak. Karena tablet-tabletnya muncul di pasar gelap tanpa catatan penggalian resmi, diyakini penjarah lebih dulu menemukan lokasinya.
3. Irisagrig
Tak lama setelah invasi AS ke Irak tahun 2003, ribuan tablet kuno dari kota bernama 'Irisagrig' muncul di pasar barang antik. Dari tablet-tablet tersebut, ahli dapat memastikan Irisagrig berada di Irak dan berjaya sekitar 4.000 tahun lalu.
Prasasti tersebut mengungkap penguasa kota tinggal di istana yang memelihara banyak anjing. Mereka juga memelihara singa yang diberi makan ternak. Penjaga singa, disebut gembala singa, mendapat jatah roti dan bir. Prasasti tersebut juga menyebut sebuah kuil untuk Enki, dewa kecerdikan dan kebijaksanaan, di mana festival terkadang diadakan.
Ahli menduga penjarah menemukan Irisagrig sekitar masa invasi 2003. Hingga kini, arkeolog belum menemukan lokasinya secara resmi karena para penjarah bungkam.
4. Wassukanni
Wassukanni adalah ibu kota Kekaisaran Mitanni (sekitar 1550-1300 SM) yang mencakup Suriah timur laut, Anatolia selatan, dan Irak utara. Kerajaan ini akhirnya runtuh setelah menghadapi persaingan sengit dari Kekaisaran Het dan Asyur.
Kota ini belum ditemukan, namun ahli menduga lokasinya di timur laut Suriah. Penduduknya dikenal sebagai bangsa 'Hurri' yang memiliki bahasa unik tersendiri.
5. Akkad
Kota Akkad (atau Agade) adalah ibu kota Kekaisaran Akkadia yang berjaya antara 2350 dan 2150 SM. Pada puncaknya, kekaisaran ini membentang dari Teluk Persia hingga Anatolia. Salah satu bangunan terpenting di sana adalah 'Eulmash', sebuah kuil untuk Dewi Ishtar.
Akkad belum pernah ditemukan, namun diperkirakan berada di suatu tempat di Irak. Catatan kuno menunjukkan kota ini hancur atau ditinggalkan saat Kekaisaran Akkadia runtuh sekitar 2150 SM.
6. Itjtawy
Firaun Mesir Amenemhat I (berkuasa sekitar 1981-1952 SM) memerintahkan pembangunan ibu kota baru bernama 'Itjtawy', yang berarti 'Penakluk Dua Negeri'. Masa pemerintahan Amenemhat penuh gejolak dan ia tewas dibunuh.
Meski demikian, Itjtawy tetap ibu kota Mesir hingga sekitar 1640 SM, ketika bagian utara Mesir dikuasai oleh kelompok 'Hyksos' dan kerajaan tersebut runtuh. Walau belum ditemukan, arkeolog menduga lokasinya berada di dekat situs Lisht, Mesir tengah, karena banyak makam elit dan piramida Amenemhat I ditemukan di sana.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/des)
