Pulau Kalimantan yang selama ini kita kenal memiliki nama lain yang lebih dikenal secara internasional, yakni Borneo. Ketika dibagi menjadi 3 negara pun, hanya wilayah Indonesia yang dinamai Kalimantan. Sedangkan dua negara lainnya, Malaysia dan Brunei Darussalam, tidak menggunakan kata Kalimantan. Sebenarnya dari mana nama "Kalimantan" berasal?
Ternyata, perjalanan penamaan pulau ini tidaklah bisa ditulis hanya dari satu cerita saja. Nama Kalimantan terbentuk dari berbagai bahasa, catatan peninggalan, tradisi lisan, sampai interpretasi para peneliti di zaman kerangan. Di sisi lain, dunia internasional justru lebih mengenalnya sebagai Borneo, sebuah nama yang berakar dari Kesultanan Brunei dan para penjelajah Eropa. Keragaman itulah yang membuat sejarah nama Kalimantan begitu menarik untuk ditelusuri.
Jejak Paling Tua: Kalamanthana dari Bahasa Sanskerta
Salah satu pendapat paling kuat menyebut bahwanama Kalimantan berasal dari bahasa Sanskerta Kalamanthana, yang berarti "pulau dengan udara yang sangat panas atau membakar". Dalam catatan perjalanan C. Hose dan Mac Dougall di tahun 1926 yang kemudian diterbitkan dengan judul "Natural Man, a Record from Borneo", kata kala bermakna musim, sementara manthana berarti membakar.
Dalam perkembangan pelafalan, huruf vokal "a" tidak lagi diucapkan sehingga berubah dari Kalamanthana menjadi Kalmantan, kemudian Klemantan, dan yang saat ini dikenal adalah Kalimantan.
Teori ini dianggap logis karena Nusantara memiliki jejak pengaruh India dalam perdagangan serta penyebaran agama Hindu-Buddha. Sangat mungkin nama itu melekat ketika wilayah pesisir Kalimantan menjadi bagian dari jalur dagang Asia Tenggara.
Simak Video "Melakukan Perjalanan Menuju Labuan Cermin dan Menikmati Keindahannya di Berau "
(des/des)