Bacaan Maulid Barzanji untuk Maulid Nabi: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Maulid Barzanji untuk Maulid Nabi: Arab, Latin, dan Artinya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Sabtu, 30 Agu 2025 06:00 WIB
Kashmiri Muslim devotees offer prayers as a head priest displays a relic, believed to be a hair from the beard of the Prophet Mohammad, at the Hazratbal shrine on Eid-e-Milad, the birth anniversary of the prophet, in Srinagar, Indian controlled Kashmir, Tuesday, Sept. 17, 2024. (AP Photo/Dar Yasin)
Ilustrasi peringatan Maulid. Foto: AP Photo/Dar Yasin
Balikpapan -

Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia antara lain diperingati dengan cara memperbanyak lantunan sholawat dan doa sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah. Salah satu tradisi yang dilakukan adalah pembacaan kitab puji-pujian seperti Barzanji.

Kitab Barzanji, sebagaimana dijelaskan dalam buku Bimbingan Praktikum Ibadah karya Abudin Nata, merupakan karya sastra religius yang ditulis oleh Imam Ja'far al-Barzanji. Isinya memuliakan sosok Nabi Muhammad SAW melalui kisah hidup dan syair penuh makna.

Isi kitab ini mencakup perjalanan hidup Rasulullah SAW sejak kelahiran, penerimaan wahyu, hingga wafatnya, disertai dengan pujian-pujian dan doa-doa yang menggugah hati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena kandungannya yang sarat nilai spiritual dan historis, kitab Barzanji menjadi sangat populer dan sering dibaca dalam berbagai acara keagamaan, seperti Maulid Nabi, aqiqah, cukuran rambut bayi, hingga pemberian nama kepada anak yang baru lahir.

Bacaan Maulid Barzanji: Arab, Latin, dan Arti

Barzanji ditulis dalam bentuk syair berirama dinamis, dengan alunan nada yang memberi nuansa estetis dan emosional saat dibacakan. Kitab ini juga terbagi dalam beberapa bagian. Berikut bacaan Maulid Barzanji:

Dimulai Abtadiul Imlaa-a

الْجَنَّةُ وَنَعِيْمُهَا سَعْدٌ لِمَنْ يُصَلِّي وَيُسَلِّمُ وَيُبَارِكُ عَلَيْهِ

Al-Jannatu wa na'iimuhaa sa'dun liman yushallii wa yusallimu wa yubaariku 'alaih.

"Surga dan segala kenikmatannya adalah kebahagiaan bagi orang yang bershalawat dan yang memohon keselamatan serta keberkahan atasnya (Rasulullah)."

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

"Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

أَبْتَدِئُ الإِمْلَاءَ بِاسْمِ الذَّاتِ الْعَلِيَّةِ

Abtadi-ul imlaa-a bismidz dzaatil 'aliyyah.

"Saya (penulis, Syekh Ja'far bin Hasan al-Barzanji) mulai menulis tulisan ini dengan nama Dzat Yang Maha Tinggi."

مُسْتَدِرًا فَيْضَ الْبَرَكَاتِ عَلَى مَا أَنَالَهُ وَأَوْلَاهُ

Mustadirran faidlal barakaati 'alaa maa anaalahu wa aulaah.

"Tujuannya semata-mata memohon limpahan keberkahan atas apa yang telah saya peroleh."

وَأُثَنِّيْ بِحَمْدٍ مَوَارِدُهُ سَائِغَةٌ هَنِيَّةٌ

Wa utsannii bihamdin mawaariduhu saa-ighatun haniyyah

"Saya memuji dengan pujian yang tiada henti-hentinya."

مُمْتَطِيًا مِنَ الشُّكْرِ الْجَمِيْلِ مَطَايَاهُ

Mumtathiyan minasy syukril jamiili mathaayaah.

"Dengan mengendarai kendaraan syukur yang indah."

وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى النُّوْرِ الْمَوْصُوْفِ بِالتَّقَدُّمِ وَالْأَوَّلِيَّةِ

Wa ushallii wa usallimu 'alan-nuuril maushuufi bit- taqaddumi wal-awwaliyyah.

"Saya bershalawat dan memohon salam kesejahteraan atas cahaya yang disifati dengan kedahuluan (atas makhluk lain) dan keawalan (atas seluruh makhluk)."

الْمُنْتَقِل فِي الْغُرَرِ الْكَرِيمَةِ وَالْجِبَاهِ

Al-muntaqili fil-ghuraril kariimati wal-jibaah.

"Yang berpindah-pindah pada wajah dan dahi orang-orang yang mulia."

وَأَسْتَمْنِحُ اللَّهَ تَعَالَى رِضْوَانًا يَخُصُّ الْعِتْرَةَ الطَّاهِرَةَ النَّبَوِيَّةَ

Wa astamnihullaaha ta'aalaa ridlwaanan yakhushshul 'itratath thaahiratan nabawiyyah.

"Saya memohon kepada Allah karunia keridhaan yang khusus bagi keluarga beliau yang suci."

وَيَعُمُّ الصَّحَابَةَ وَالْأَتْبَاعَ وَمَنْ وَالَاهُ

Wa ya'ummush shahaabata wal atbaa'a wa man waalaah.

"Dan umumnya bagi para sahabat, para pengikut, dan orang-orang yang mencintainya."

وَأَسْتَجْدِيْهِ هِدَايَةً لِسُلُوكِ السُّبُلِ الْوَاضِحَةِ الْجَلِيَّةِ

Wa astajdiihi hidaayatan lisuluukis subulil waadlihatil jaliyyah.

"Dan saya juga memohon kepada-Nya agar mendapat petunjuk untuk menempuh jalan yang jelas dan terang."

وَحِفْظًا مِنَ الْغَوَايَةِ فِي خِطَطِ الْخَطَاءِ وَخُطَاهُ

Wa hifzhan minal ghawaayati fii khithathil khatha-i wa khuthaah.

"Dan terpelihara dari kesesatan di tempat-tempat dan jalan-jalan kesalahan."

وَأَنْشُرُ مِنْ قِصَّةِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ بُرُوْدًا حِسَانًا عَبْقَرِيَّةً

Wa ansyuru min qishshatil maulidin nabawiyyi buruudan hisaanan 'abqariyyah.

"Saya bentangkan kain yang baik lagi indah tentang kisah kelahiran Nabi SAW."

نَاظِمًا مِنَ النَّسَبِ الشَّرِيفِ عِقْدًا تُحَلَّى الْمَسَامِعُ بِحْلاهُ

Naazhiman minan nasabisy syariifi 'iqdan tuhallal masaami'u bihulaah.

"Dengan merangkai puisi mengenai keturunan yang mulia sebagai kalung yang membuat telinga terhias dengannya."

وَأَسْتَعِيْنُ بِحَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى وَقُوَّتِهِ الْقَوِيَّةِ

Wa asta'iinu bihaulillaahi ta'aalaa wa quwwatihil qawiyyah.

"Dan saya memohon daya dan kekuatan Allah Ta'ala dan kekuatan-Nya yang kuat."

فَإِنَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Fa innahu laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

"Karena sesungguhnya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Lanjut Mahalul Qiyam Barzanji

صَلَّى اللهُ عَلى مُحَمَّدْ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ . مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا، مَرْحَبًا جَدَّ الحُسَيْنِ مَرْحَبًا

Shallallāhu 'alā Muhammad, shāllallāhu 'alayhi wasallam. Marhaban yā marhaban yā marhaban, marhaban jaddal Husaini marhaban.

"Allah SWT bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW, Allah SWT bershalawat dan mengucap salam sejahtera untuknya. Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang kakek dari Husain, selamat datang."

يَا نَبِى سَلَامْ عَلَيْكَ، يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ . يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ

Yā nabī salām 'alayka, yā rasūl salām 'alayka. Yā habīb salām 'alayka, shalawātullāh 'alayka.

"Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu. Wahai Kekasih, salam sejahtera untukmu, shalawat (rahmat) Allah SWT untukmu."

اَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُوْرُ . مِثْلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْنَا، قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُوْرِ

Asyraqal badru 'alayna, fakhtafat minhul budūru. Mitsla husnik mā ra'aynā, qaththu yā wajhus surūri.

"Satu purnama telah terbit di atas kami, pudarlah jutaan purnama lain karenanya. Belum pernah kulihat seperti keelokanmu, wahai wajah yang gembira."

اَنْتَ شَمْسٌ اَنْتَ بَدْرٌ، اَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرِ . اَنْتَ اِكْسِيْرٌ وَّغَالِى، اَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُوْرِ

Anta syamsun anta badrun, anta nūrun fawqa nūri. Anta iksīruw wa ghālī, anta mishbāhus shudūri.

"Kau bak mentari, kau juga laksana purnama, kau cahaya di atas cahaya. Kau laksana obat segala guna lagi mahal, kau adalah lentera hati."

يَاحَبِيْبِيْ يَامُحَمَّدْ، يَا عَرُوْسَ الخَافِقَيْنِ . يَا مُؤَيَّدْ يَا مُمَجَّدْ، يَا اِمَامَ القِبْلَتَيْنِ

Yā habībi yā Muhammad, yā 'arūsal khāfiqayni. Yā mu'ayyad yā mumajjad, yā imāmal qiblatayni.

"Wahai Kekasih, wahai Muhammad SAW, wahai pengantin Timur dan Barat. Wahai Rasul yang diperkuat (oleh wahyu), wahai Nabi yang agung, wahai imam dua kiblat."

مَنْ رَآى وَجْهَكَ يَسْعَدْ، يَا كَرِيْمَ الوَالِدَيْ نِ . حَوْضُكَ الصَّافِى الْمُبَرَّدْ، وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُوْرِ

Man ra'ā wajhaka yas'ad, yā karīmal wālidayni. Hawdhukas shāfil mubarrad, wirdunā yawman nusyūri.

"Siapapun yang memandang wajahmu pasti bahagia, wahai manusia yang memiliki orang tua mulia. Telagamu berair jernih dan sejuk, yang kelak kami datangi pada hari kebangkitan."

مَا رَأَيْنَا الْعِيْسَ حَنَّتْ، بِالسُّرَى اِلَّا اِلَيْكَ . وَاْلَغَمَامَةْ قَدْ اَظَلَّتْ، وَالْمَلَا صَلُّوْا عَلَيْكَ

Mā ra'aynal 'īsa hannat, bis surā illā ilayka. Wal ghamāmah qad azhallat, wal malā shallū 'alayka.

"Belum pernah kami melihat unta peranakan unggul yang bersuara sambil berjalan malam hari, kecuali menuju kepadamu. Gumpalan awan menaungimu, semua makhluk mengucapkan shalawat untukmu."

Terakhir, tutup bacaan Maulid Barzanji dengan berdoa kepada Allah SWT. Demikian tadi bacaan Maulid dari Kitab Barzanji yang bisa dibaca dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad setiap 12 Rabiul Awal.




(bai/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads