Seorang pengemudi ojek online, Talib (46), mengeluhkan antrean panjang saat pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kondisi itu dinilai dapat merugikan waktu untuk bekerja.
Dirinya bahkan bisa menghabiskan waktu hingga satu jam hanya untuk mengisi BBM. Waktu tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan tiga orderan.
"Saya setiap hari, tiap pagi, selalu antre BBM. Kita sebagai ojol itu bisa rugi di waktu, karena sekali antre bisa memakan waktu satu jam. Padahal satu jam itu bisa dapat 2-3 orderan," ujar Talib, saat sedang mengantre BBM, Jumat (14/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Talib berharap kebijakan pembatasan jam pengisian BBM ditiadakan. Dia juga meminta seluruh SPBU di Balikpapan menyediakan kuota jenis pertalite.
"BBM inikan kebutuhan. Kalau bisa jam pengisian itu jangan dibatasi dan setiap SPBU ada kuota Pertalite nya. Karena kita sebagai ojol kan nggak di satu tempat aja, ke sana kemari, jauh juga kalau mau beli mesti muter-muter dulu," tuturnya.
Terpisah, seorang warga Balikpapan Tengah, Sugeng (39) mengeluhkan kondisi lalu lintas di kawasan sekitar SPBU Gunung Guntur. Antrean panjang pembelian BBM menimbulkan kemacetan. Terlebih saat jam sibuk kerja pada pagi dan sore hari.
"Namanya BBM ini juga kebutuhan, mau gimana lagi. Tapi kadang antrenya lumayan panjang, jadi macetnya itu yang bikin malas. Apalagi jalanan sini kan sempit, waktu pergi dan pulang kerja itu kerasa banget padatnya," pungkasnya.
Pengawas SPBU Gunung Guntur, Muhammad Rifky memastikan pasokan BBM terpantau aman. "Stoknya tidak pernah kekurangan, bahkan kami sangat jarang banget kehabisan. Jadi dipastikan kuota untuk semua jenis BBM aman sampai akhir tahun nanti," ucapnya.
Untuk mengantisipasi antrean, pihaknya menerapkan kebijakan pembatasan waktu pengisian BBM berdasarkan jenis kendaraan. Seperti sepeda motor dilayani mulai pukul 06.00 - 12.00 Wita, sedangkan mobil dilayani hingga 22.00 Wita.
"Kebijakan ini kami terapkan untuk mengurai antrean kendaraan dengan baik. Akhirnya dilakukan pembatasan untuk motor mulai jam 6 sampai 12 siang. Kemudian untuk mobil dari jam 6 sampai jam 10 malam. Tapi khusus jam 06.00-12.00 itu satu pompa, sementara jam 12.00-22.00 Wita tiga pompa," jelasnya.
Kondisi ini tidak mendorong penambahan jumlah karyawan. Mengingat terdapat penerapan self service yang meringankan beban kerja petugas. Operator lebih fokus melakukan penginputan dan membantu proses pembayaran cashless.
"Sejauh ini tidak ada penambahan karyawan sih ya, apalagi self-service. Tugas operator saat ini juga tidak terlalu terbebani soal pengisian, melainkan penginputan sama pembayaran cashless," pungkasnya.
