Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, diminta tidak terpancing isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu aksi pembelian berlebihan atau panic buying. Hiswana Migas Kobar memastikan pasokan BBM di seluruh SPBU masih dalam kondisi aman.
Ketua DPC Hiswana Migas Kobar, Muhammad Rudiansyah Abdullah, mengatakan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan stok BBM menipis. Menurutnya, antrean lebih dipengaruhi meningkatnya pembelian masyarakat setelah beredar berbagai informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Ia menjelaskan, Hiswana Migas bersama Pertamina terus memantau distribusi BBM dari depo hingga ke setiap SPBU. Pemantauan dilakukan secara rutin agar penyebab antrean dapat segera diketahui dan ditangani sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasokan BBM untuk wilayah Kotawaringin Barat dipastikan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun membeli BBM dalam jumlah berlebihan," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Rudiansyah menambahkan, distribusi BBM ke setiap SPBU dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). SPBU menerima pasokan berdasarkan alokasi resmi sehingga tidak ada pengurangan distribusi di luar ketentuan.
"Selain itu, penerapan sistem barcode dalam pembelian BBM bersubsidi juga membuat proses pengisian lebih tertib meski membutuhkan waktu lebih lama. Di sisi lain, kenaikan harga Pertamax membuat sebagian konsumen beralih ke Pertalite sehingga permintaan terhadap BBM bersubsidi meningkat," katanya.
Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu ketersediaan stok. Hiswana Migas mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan normal dan antrean di SPBU dapat berangsur berkurang.
Sebelumnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), masih terus mengular. Kondisi tersebut membuat kepolisian meningkatkan pengawasan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik penyelewengan.
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi adanya penyalahgunaan dalam penyaluran BBM subsidi. Pengawasan dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tertib dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan secara melawan hukum.
Seluruh pengelola SPBU harus mematuhi ketentuan resmi dalam penjualan BBM. Polisi juga terus melakukan patroli sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penimbunan maupun praktik lain yang merugikan masyarakat.
"Kami mengingatkan pengelola SPBU untuk menjual BBM subsidi sesuai aturan resmi yang berlaku dan tidak melakukan praktik penyalahgunaan. Apabila masyarakat maupun pihak pengelola menemukan indikasi kecurangan, gangguan Kamtibmas, atau tindak pidana, kami mengimbau untuk segera melapor ke polisi atau melalui Call Center 110," ujar AKBP Theodorus Priyo Santosa.
