Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi di SPBU Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menuai keluhan warga. Mereka mengaku kesulitan memperoleh BBM karena diduga ada pembeli yang mengisi dalam jumlah besar menggunakan drum plastik.
Sejumlah warga meminta aparat penegak hukum dan Pertamina mengusut praktik tersebut. Mereka menilai penyaluran BBM subsidi seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk pembelian dalam jumlah besar yang diduga tidak sesuai peruntukannya.
"Ini harus diproses. Masa penyaluran BBM subsidi dikuasai pembeli yang memakai drum plastik. Sementara kami yang mengantre justru hanya kebagian sisanya," ujar seorang warga kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga juga mempertanyakan pengawasan di SPBU tersebut. Mereka menduga praktik itu telah berlangsung cukup lama.
"Kami minta petugas dan pemilik SPBU dipanggil dan diproses hukum. Kalau perlu kami akan membuat laporan resmi ke Polda Kalbar maupun Pertamina," katanya.
Pertamina Perkuat Pasokan
Menanggapi keluhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan BBM di Kabupaten Ketapang terus diperkuat setelah kapal tanker Seagull 202 yang mengangkut Pertalite, Pertamax, dan Biosolar bersandar di Jobber Ketapang pada Selasa (21/7). Penyaluran ke SPBU dilakukan secara bertahap.
Selain dari Jobber Ketapang, distribusi BBM juga diperkuat melalui Integrated Terminal Pontianak dan Fuel Terminal Pangkalan Bun guna menjaga ketersediaan stok di wilayah Ketapang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, pihaknya terus memantau stok dan distribusi BBM di seluruh SPBU.
"Pasokan Pertalite, Pertamax, dan Biosolar telah tiba di Jobber Ketapang dan penyaluran ke SPBU terus berjalan. Distribusi juga diperkuat melalui Integrated Terminal Pontianak dan Fuel Terminal Pangkalan Bun agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," kata Edi dalam keterangannya.
