Kapolres Kobar Imbau Warga Lapor Penyelewengan BBM Subsidi

Kapolres Kobar Imbau Warga Lapor Penyelewengan BBM Subsidi

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 18:30 WIB
Antrean mengular di SPBU Jalan Diponegoro Pangkalan Bun di jalur BBM Pertalite.
Foto: Antrean mengular di SPBU Jalan Diponegoro Pangkalan Bun di jalur BBM Pertalite (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)
Kotawaringin Barat -

Sejumlah SPBU di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, masih mengalami antrean panjang. Polisi meningkatkan pengawasan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik penyelewengan.

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa menegaskan tidak akan mentoleransi adanya penyalahgunaan dalam penyaluran BBM subsidi. Pengawasan dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tertib dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan secara melawan hukum.

Seluruh pengelola SPBU harus mematuhi ketentuan resmi dalam penjualan BBM. Polisi juga terus melakukan patroli sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penimbunan maupun praktik lain yang merugikan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengingatkan pengelola SPBU untuk menjual BBM subsidi sesuai aturan resmi yang berlaku dan tidak melakukan praktik penyalahgunaan. Apabila masyarakat maupun pihak pengelola menemukan indikasi kecurangan, gangguan Kamtibmas, atau tindak pidana, kami mengimbau untuk segera melapor ke polisi atau melalui Call Center 110," ujar Theodorus, Selasa (22/7/2026).

Sementara itu, Kapolsek Arut Selatan AKP Retno mengatakan patroli dan pengawasan dilaksanakan personel piket Pamapta II Polsek Arut Selatan pada Rabu (22/7/2026) mulai pukul 13.00 WIB di sejumlah SPBU yang menjadi titik antrean kendaraan.

Kegiatan tersebut dipimpin Pawas Iptu Santoso bersama Ps. Pamapta II Aiptu Hariono dan personel piket operasional. Petugas melakukan pemantauan terhadap aktivitas pengisian BBM sekaligus memberikan imbauan kepada pengelola, operator, dan masyarakat.

"Selain memastikan distribusi BBM berlangsung sesuai prosedur, petugas juga mengingatkan agar tidak ada praktik pembelian yang melanggar ketentuan maupun tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar terkait ketersediaan BBM di SPBU. Pengawasan akan terus dilakukan selama antrean masih terjadi sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi BBM dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh SPBU yang menjadi sasaran terpantau aman, tertib, dan kondusif, meski antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah lokasi," pungkasnya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads