Konflik Timur Tengah yang sempat mereda selama gencatan senjata kembali memanas. Hal tersebut berimbas pada naiknya harga minyak dunia.
Dikutip detikcom dari Reuters, kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah Iran memperluas serangan ke negara-negara Teluk sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) sebelumnya. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas komersial, tetapi hal itu berbanding terbalik dengan sikap Iran yang sempat menutup selat setelah ada kapal yang melintasi rute terlarang.
Menurut laporan pada Minggu (12/7) malam pukul 23.11 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 2,34 atau setara 3,08% menjadi USD 78,35 per barel. Kemudian minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mengalami kenaikan sebesar USD 2,21 atau 3,09% menjadi USD 73,62 per barel.
Selama intensitas serangan meningkat, terdapat informasi simpang siur mengenai Selat Hormuz sehingga tercatat hanya enam kapal yang melintas. Berdasarkan data Kpler, ini merupakan angka terendah selama lima pekan terakhir.
Serangan yang kembali terjadi menimbulkan pertanyaan terkait perjanjian AS-Iran yang ditandatangani pada bulan Juni. Dalam kesepakatan itu, kedua belah pihak sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuza dan mengakhiri perang setelah masa negosiasi 60 hari.
International Energy Agency dalam laporan bulanannya mencatat pasokan minyak dunia meningkat 4,1 juta barel per hari (bpd) pada Juni usai perjanjian sementara tersebut diteken. Namun, angka ini masih 9,4 juta bpd di bawah tingkat sebelum perang AS-Iran terjadi.
Meski demikian, analis pasar IG Tony Sycamore menilai kenaikan harga minyak yang terjadi saat ini masih relatif terkendali. Menurutnya, tren ini menunjukkan bahwa pasar beranggapan gejolak yang ada saat ini hanya eskalasi sementara, bukan berarti gencatan senjata gagal total.
"Seberapa akurat hal itu, masih harus kita lihat," katanya.
Sebagaimana diketahui, pada hari Minggu (12/7) waktu setempat, Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan meluncurkan rudal dan drone ke negara-negara tetangganya di Teluk. Serangan ini disebut sebagai balasan atas serangan baru AS yang dilakukan setelah serangan Iran terhadap sebuah kapal dagang yang ditinggalkan dalam keadaan terbakar oleh awaknya.
Baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Video: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Blokade Kapal Tanker Venezuela"
(des/des)