Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai muncul di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam dua hari terakhir, tim gabungan menangani dua titik kebakaran di Kecamatan Binjai Hulu dan Kecamatan Sintang dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan titik kebakaran pertama terjadi pada Minggu (12/7/2026) di Desa Simba Raya, Kecamatan Binjai Hulu. Proses pemadaman melibatkan BPBD Sintang, KPH Sintang Utara, TNI, Polri, masyarakat, hingga unsur perusahaan.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 2,5 hektare, dengan sekitar 2 hektare berhasil dipadamkan," kata Daniel dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan lahan yang terbakar merupakan tanah mineral dengan vegetasi berupa serasah, ilalang, tanaman karet, semak belukar, dan pakis. Meski api bisa dikendalikan, kondisi di lokasi masih menyisakan asap tipis.
Sehari berselang, Senin (13/7), tim dari Polres Sintang melakukan pemadaman di Desa Mail Jampong, Kecamatan Sintang. Kebakaran terjadi di lahan perkebunan atau areal penggunaan lain (APL) dengan jenis tanah mineral dan vegetasi semak belukar. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar satu hektare.
"Api berhasil dipadamkan dan kondisi terakhir di lokasi dinyatakan padam," ujar Daniel.
Di tengah mulai munculnya titik-titik Karhutla, Pemerintah Kabupaten Sintang masih memberlakukan status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.
Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 400.9.10/319/KEP-BPBD/2026 dan berlaku mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Maka dari itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap mulai terjadi," imbaunya.
