50 Ribu Buruh Industri Gas Terancam PHK, Bahlil Buka Suara

Nasional

50 Ribu Buruh Industri Gas Terancam PHK, Bahlil Buka Suara

Retno Ayuningrum - detikKalimantan
Kamis, 25 Jun 2026 13:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meresmikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026) petang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng
Samarinda -

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengungkapkan kenaikan harga gas industri membuat kurang lebih 50.000 orang pekerja terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai kenaikan harga tersebut.

Dilansir detikFinance, menurut Bahlil, pasokan gas industri secara nasional sebenarnya dalam kondisi aman. Namun, ia membenarkan terjadinya kenaikan harga untuk sektor non-HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu).

"Kalau gas secara keseluruhan, stok kita tidak ada masalah. Yang ada itu adalah ada kenaikan harga gas di beberapa industri non-HGBT," ujar Bahlil selepas acara Energy Forum di Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh penurunan produksi sumur-sumur gas di wilayah Jawa Barat, sehingga untuk memenuhi pasokan, pihaknya harus menggunakan gas alam cair (LNG) yang didatangkan dari luar Jawa. Salah satunya dari Kalimantan.

"Maka kemudian untuk menutupi itu pakai LNG. Yang namanya LNG itu kan bawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan dan itu ada penambahan cost. Nah, itu yang kita lagi mencari untuk menengahi agar jangan juga industrinya ditaruh diberikan beban harga yang tinggi," bebernya.

Bahlil mengklaim telah bertemu dengan aosisasi dan buruh. Pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk mencari formula angka ideal sehingga harga gas dapat stabil.

"Aku kan sudah rapat sama mereka sama asosiasi, sama buruh sudah. Sekarang saya lagi rapat teknis dengan Pertamina untuk mencari angka yang ideal agar industri kita tetap bisa bertahan harga," lanjutnya.

Sebelumnya, KSPSI memperkirakan ada sekitar 50.000 buruh di seluruh Indonesia yang terancam PHK karena tingginya harga gas industri. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menerima laporan mengenai tingginya harga gas industri yang dinilai telah membebani dunia usaha dan mengancam operasional perusahaan.

Andi Gani juga menyebut jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan terhadap kenaikan harga gas industri ini, maka sekitar 50.000 buruh berpotensi terkena PHK.

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, ancaman badai PHK bisa terjadi dalam waktu dekat," kata Andi Gani dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads