Cari Kerja Makin Sulit, 67% Perusahaan Tak Berniat Buka Loker Baru

Nasional

Cari Kerja Makin Sulit, 67% Perusahaan Tak Berniat Buka Loker Baru

Ignacio Geordi Oswaldo - detikKalimantan
Jumat, 24 Apr 2026 13:01 WIB
job search concept, find your career, woman looking at online website by laptop computer. People searching for vacancies or position on the internet, recruiting, finding jobs. Unemployed and poor economy
Ilustrasi lowongan kerja. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anawat_s
Balikpapan -

Lowongan kerja akan semakin sulit dicari. Praktisi Human Resource Development (HRD) hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengungkap tren di mana perusahaan memilih menghentikan sementara proses rekrutmen karyawan baru.

Dilansir detikFinance, Praktisi HR dan Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI) Ivan Taufiza menjelaskan bahwa HRD atau departemen SDM di perusahaan memilih mengurangi atau menahan pembukaan lowongan kerja baru sebagai langkah untuk menjaga stabilitas operasional organisasi. Langkah ini merupakan respons terhadap ketidakpastian ekonomi serta upaya untuk menghindari pengurangan karyawan ekstrem atau PHK.

Ivan menjelaskan ada tiga kategori rekrutmen yang umumnya dilakukan HRD, yakni replacement atau rekrutmen karyawan baru untuk menggantikan karyawan lama, membuka lowongan baru karena ekspansi bisnis, dan membuka lowongan karena investasi baru. Dalam konteks ini, Ivan mengungkap banyak perusahaan sedang menahan proses rekrutmen di kategori pertama dan kedua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kategori pertama, lanjut dia, proses rekrutmen bisa ditahan atau ditutup sementara karena karyawan yang keluar tidak begitu signifikan dan perusahaan dapat tetap berjalan meski tanpa pekerja pengganti.

"Kalau yang satu kan replacement, mungkin menurun, walaupun itu saya debat juga," ujar Ivan, Jumat (24/4/2026).

Kemudian untuk kategori kedua, Ivan mengatakan sejumlah perusahaan tengah mengurangi lowongan kerja baru karena sedang menahan laju ekspansi akibat berbagai faktor. Salah satunya kenaikan biaya operasional.

Menurutnya, yang saat ini masih berpotensi menyerap tenaga kerja baru adalah rekrutmen kategori ketiga, yakni membuka lowongan kerja karena investasi baru, khususnya di sektor industri. Ivan mengaku sejumlah kliennya berencana membuka lowongan kerja besar-besaran. Namun, prosesnya masih menunggu waktu hingga fasilitas seperti pabrik selesai dibangun, sehingga loker kemungkinan tidak akan dibuka dalam waktu dekat.

"Karena lagi bangun pabrik, artinya belum merekrut. Nah, gerbong yang ini sebenarnya menjanjikan, cuma ini belum bisa didorong juga kalau belum jadi," lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), terungkap bahwa sebanyak 67% perusahaan tidak berencana membuka lowongan kerja baru.

"Sebanyak 67% perusahaan tidak berniat melakukan rekrutmen baru. Ini yang menurut kami juga perlu diperhatikan," ujar Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/6/2026) lalu.

Dalam survei APINDO tersebut juga didapati fakta bahwa sebanyak 50% perusahaan menyatakan tidak akan melakukan ekspansi bisnis dalam lima tahun ke depan.

"Hasil survei kami di APINDO saat ini, 50% perusahaan tidak punya rencana untuk ekspansi dalam lima tahun ke depan. Ini juga menjadi perhatian," imbuhnya.

Baca selengkapnya di detikFinance.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads