Pengusaha Ritel-UMKM di Kaltara Menjerit, Harga Plastik Naik hingga 90%

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 21 Apr 2026 11:30 WIB
Ilustrasi plastik. Foto: Getty Images/iStockphoto/Atstock Productions
Tanjung Selor -

Harga berbagai jenis kemasan plastik di pasaran melambung tinggi pada April 2026. Kenaikan drastis ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok impor bahan baku plastik akibat memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah. Lonjakan harga ini langsung mencekik para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah, tak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara).

Di Kaltara, lonjakan harga dirasakan jauh lebih parah. Sam, seorang pemilik toko ritel plastik di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga pada bulan April dibandingkan Maret 2026 sangat signifikan.

"Bahan plastik jenis OPP dan PE bahkan mengalami lonjakan hingga lebih dari 90%. Kondisi pasokan distribusi, khususnya dari Pulau Jawa, cukup mengkhawatirkan. Selain kenaikan yang signifikan, pembatalan Purchase Order (PO) beberapa minggu terakhir mencerminkan produksi dari pabrik juga terhambat," ungkap Sam kepada detikKalimantan, Selasa (21/4/2026).

Sam menjelaskan, tersendatnya produksi membuat waktu tunggu pengiriman barang seperti gelas, plastik PE, OPP, mika, dan thinwall menjadi sangat lambat. Barang yang biasanya diproses kurang dari seminggu, kini memakan waktu 2-3 minggu hanya untuk sampai ke ekspedisi.

"Belum lagi ditambah estimasi perjalanan laut dari Jawa hingga bongkar muat di Tanjung Selor memakan waktu 15 hingga 22 hari," terangnya.

Kondisi yang serba tak pasti ini memaksa pelaku usaha mengambil langkah taktis. Sam memilih membatasi maksimal pembelian untuk mencegah penimbunan dan menjaga agar stok para pedagang UMKM tetap aman.

"Beralih ke kemasan kertas atau kain pun belum memungkinkan karena harganya yang masih jauh lebih mahal," bebernya.

Ia juga sangat berhati-hati dalam membuka PO baru demi menjaga arus kas dan mengamankan biaya operasional, termasuk gaji pegawai.

"Harapan saya cuma ongkos kirim jangan sampai ikut naik, walaupun per April 2026 BBM non-subsidi sudah naik drastis. Jika ongkos kirim ikut naik, pengusaha plastik kena double dan kenaikan harga di pasaran pasti lebih tinggi lagi. Harapan terakhir, semoga perang di Timur Tengah bisa segera selesai," harapnya.



Simak Video "Video: Respons Dinas Perdagangan Palembang soal Keluhan Susu UHT Langka"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork