BGN Jelaskan Dapur MBG Dapat Jatah Rp 1 Miliar Per Bulan

Nasional

BGN Jelaskan Dapur MBG Dapat Jatah Rp 1 Miliar Per Bulan

Retno Ayuningrum - detikKalimantan
Kamis, 19 Mar 2026 12:44 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat konferensi pers terkait penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Dalam upaya memperkuat pengawasan, Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng pejabat Kejaksaan Agung guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Kepala BGN Dadan Hindayana. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkap bahwa setiap Satuan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menerima dana sekitar Rp1 miliar per bulan. Hal ini dinilai bisa memicu pergerakan ekonomi di daerah.

Dadan mencontohkan di Jawa Barat mempunyai sekitar 5.000 SPPG. Alhasil, terjadi perputaran dana mencapai Rp 5 triliun setiap bulan.

"Jadi, 1 SPPG rata-rata akan menerima uang Rp1 miliar per bulan. Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp5 triliun per bulan. Dengan sekarang sudah berjalan 2,5 bulan, itu uang di Jawa Barat kurang lebih sudah beredar sekitar Rp11-12 triliun. Inilah yang menggerakkan roda ekonomi di setiap daerah," ujar Dadan dalam keterangan, Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dadan menjelaskan sebagian besar anggaran BGN langsung disalurkan ke daerah melalui mekanisme virtual account yang terhubung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

"Uang Badan Gizi Nasional, 93 persen itu langsung disalurkan dari KPPN melalui virtual account. Masuk di virtual account seluruh SPPG di seluruh Indonesia yang jumlahnya sudah 25.574. Jadi dengan program ini terjadi pemerataan pengiriman uang di setiap daerah," ucap Dadan.

Dadan menyebut program MBG sejak awal dirancang untuk mendorong pemanfaatan sumber daya lokal. Kebutuhan pangan dalam program ini diharapkan dipenuhi dari produksi daerah sekitar, sehingga membuka peluang pasar bagi petani, pelaku usaha, hingga industri pangan lokal.

Dadan juga menyoroti pentingnya peran SPPG dalam menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal, mulai dari tenaga operasional hingga tenaga ahli seperti ahli gizi yang direkrut dari masyarakat setempat.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads