Menara Base Transceiver Station (BTS) jaringan seluler di perbatasan Malaysia, Desa Pujungan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), tak optimal diduga karena minimnya pasokan listrik. PLN pun angkat bicara.
Manager PLN ULP Malinau, Hery Barus, meluruskan bahwa hingga saat ini Desa Pujungan belum masuk dalam wilayah layanan listrik PLN.
"PLN perlu menjelaskan bahwa hingga saat ini Desa Pujungan belum mendapatkan pasokan listrik dari PLN," ujar Hery Barus dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (27/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hery menjelaskan, sumber energi listrik yang dinikmati masyarakat Pujungan saat ini adalah listrik non-PLN yang disediakan dan dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah. Sumbernya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Solar Panel System/SPS) maupun genset desa.
"Dengan demikian, aspek operasional, durasi layanan, serta keandalan pasokan listrik di Desa Pujungan belum berada dalam lingkup pengelolaan PLN," tegasnya.
Meski saat ini belum melayani wilayah tersebut, PLN memastikan Desa Pujungan sudah masuk dalam radar perencanaan elektrifikasi. Hery mengungkapkan bahwa desa di wilayah pedalaman tersebut bakal mendapatkan aliran listrik PLN pada 2027.
"Desa Pujungan direncanakan akan mendapatkan layanan kelistrikan PLN pada tahun 2027, dengan mempertimbangkan kondisi geografis, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur pendukung," jelas Hery.
Pihaknya menyadari bahwa listrik yang andal adalah kunci utama berjalannya pelayanan publik lain, termasuk internet dan telekomunikasi. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah terus dilakukan untuk menembus tantangan geografis di wilayah perbatasan.
Sebelumnya, warga Desa Long Pujungan mengeluhkan keberadaan menara BTS di wilayah mereka yang dianggap hanya sebagai 'pajangan'. Sinyal telekomunikasi kerap hilang, membuat warga kesulitan berkomunikasi.
Menanggapi hal tersebut, Manager Network Operation & Productivity Telkomsel Tarakan, Janiator, sempat menjelaskan bahwa kendala utama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) seperti Pujungan, Long Nawang, dan Long Alango bukan pada perangkat sinyal, melainkan ketersediaan daya listrik yang stabil.
(bai/bai)
