Keberadaan menara Base Transceiver Station (BTS) di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Utara (Kaltara) masih dikeluhkan warga karena tidak berfungsi maksimal. Warga Desa Long Pujungan, Kabupaten Malinau, pun menyindirnya hanya sebagai 'pajangan'.
Merespons keluhan tersebut, Manager Network Operation & Productivity Telkomsel Tarakan, Janiator, menjelaskan masalah utama yang terjadi di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) seperti Pujungan, Long Nawang, dan Long Alango bukan semata pada perangkat sinyal, melainkan pasokan listrik.
"Infrastruktur di wilayah 3T umumnya menggunakan skema kerja sama operasional dengan pemerintah daerah (pemda). Jadi infrastruktur dari mereka, listrik dari pemda. Kalau Pujungan itu kan memakai SPS (Solar Panel System) dan ada genset dari pemda. Perangkatnya memang Telkomsel semua," ujar Janiator kepada detikKalimantan, Sabtu (24/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara teknis kendalanya pada umumnya sama, karena kendalanya itu power listrik. Internet butuh listrik. Kebutuhan utama itu listrik sehingga kita bisa menghidupkan internet," jelasnya.
Ia memaparkan kondisi di lapangan di mana pasokan listrik dari PLN maupun solar panel sering tidak stabil. Jika mengandalkan solar panel, pasokan daya sangat bergantung pada cuaca. Sementara itu, listrik PLN di beberapa wilayah pedalaman belum beroperasi 24 jam penuh.
"Kalau listrik tidak 24 jam, backup baterai kita juga tidak tahan lama. Jika sering mati nyala, lama-lama baterai akan 'kalah' atau aus," tambahnya.
Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa meskipun sinyal menyala, jika listrik di rumah warga mati, masyarakat juga kesulitan mengisi daya ponsel mereka.
Selain masalah listrik, tim teknis di lapangan juga menghadapi kendala transportasi yang ekstrem untuk menjangkau lokasi gangguan (troubleshooting). Akses menuju Pujungan dan wilayah perbatasan lainnya membutuhkan waktu berhari-hari jika melalui jalur sungai atau darat, sementara transportasi udara cukup sulit didapatkan saat ini.
"Kendalanya yang sering di sana itu transportasi. Kalau ke Pujungan transportasi udara agak susah saat ini. Lewat darat dan sungai pun muter agak jauh dan butuh berhari-hari," ungkapnya.
Meski menghadapi kendala berat, Telkomsel berkomitmen untuk segera mengirimkan tim teknis guna melakukan perbaikan di Pujungan dan wilayah sekitarnya dalam waktu dekat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan pasokan daya kembali aman sebelum melakukan troubleshooting perangkat.
"Kami meminta maaf kepada para pelanggan Telkomsel di area Pujungan atas ketidaknyamanannya. Kami usahakan perbaikan ke sana dalam waktu dekat, lewat jalur darat jika tidak ada halangan. Kami juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengadaan listrik 24 jam, agar infrastruktur telekomunikasi yang sudah dibangun tidak sia-sia dan dapat dinikmati masyarakat perbatasan," tutupnya.
Simak Video "NGOPI x Telkomsel 5G : Powered by AI: Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
