Ribuan ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hendak dikirim ke Kalimantan dan Jawa tertahan di Pelabuhan Tenau, Kupang. Pasalnya, kapal yang sejatinya mengangkut sapi-sapi itu tak bisa berlayar karena cuaca ekstrem.
Dilansir detikBali, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau (HP2SK) NTT Tono Suffari Sutami mengatakan rencananya ribuan ternak itu akan dikirim ke Jawa dan Kalimantan, salah satunya Banjarmasin.
"Ribuan ekor sapi tak bisa dikirim karena empat kapal ternak pengangkut sapi tak bisa berlayar akibat cuaca buruk gelombang tinggi," jelas Tono, Selasa (20/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peternak tak punya pilihan selain menunggu cuaca membaik sehingga aktivitas pelayaran normal kembali. Para peternak juga tetap memantau kondisi kesehatan ternak-ternak mereka yang berada di pelabuhan selama berhari-hari.
"Ribuan ekor sapi ini tertahan selama hampir sepekan. Saat ini sebanyak 2.300 ekor sapi yang masih tertahan dan belum bisa dikirim akibat cuaca buruk," lanjut Tono.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek sebelumnya menerangkan adanya gelombang Rosby dan Madden Julian Oscililation (MJO) yang aktif dan meningkatkan potensi terjadi hujan di wilayah NTT. Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi dampak Bibit Siklon Tropis 97S di Australia bagian utara yang bergerak ke arah Barat.
Sti Netotek pun mengimbau warga untuk mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi hingga 20 Januari 2026 ini. Diprediksi akan terjadi hujan sedang hingga lebat disertai petir.
Baca selengkapnya di sini.
