Kubu Raya Berpotensi Dilanda 3 Bencana Alam, Bupati Minta Semua Tak Lengah

Kubu Raya Berpotensi Dilanda 3 Bencana Alam, Bupati Minta Semua Tak Lengah

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 20 Jan 2026 15:30 WIB
Bupati Sujiwo tinjau kesiapan tim pemadam karhutla.
Bupati Kubu Raya Sujiwo. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan
Kubu Raya -

Tiga jenis bencana alam berpotensi terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Untuk itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta semua elemen tidak lengah dalam menghadapi dan menanganinya.

"Kubu Raya ada potensi tiga bencana alam. Dalam situasi seperti ini memang tidak bisa kita hindari. Kita tidak boleh lengah," jelas Sujiwo usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (20/1/2026).

Sujiwo menjelaskan ketiga bencana alam itu seperti karhutla, banjir, dan angin puting beliung. Banjir ini bisa terjadi di dataran rendah jika curah hujan tinggi. Namun, di bawah kepemimpinannya, dia memastikan banjir akibat curah hujan tinggi itu dapat dicegah dengan cara melakukan normalisasi secara masif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terbukti waktu curah hujan tinggi, Kubu Raya tidak banjir. Kecuali banjir rob, kita tidak bisa mengantisipasi. Karena itu permukaan air laut meningkat," kata Sujiwo.

Kontras dengan banjir, karhutla juga berpotensi terjadi di Kubu Raya. Kini mulai muncul hot spot atau titik-titik panas yang dikhawatirkan menjalar ke permukiman warga.

"Karhutla terjadi ketika mulai kemarau. Seminggu saja sudah terasa (panas), titik-titik api bermunculan," jelas Sujiwo.

Sujiwo mengatakan penanganan karhutla menjadi atensi karena di Kubu Raya terdapat objek vital yang salah satunya adalah Bandara Internasional Supadio Pontianak. Maka dari itu, kolaborasi penanganan karhutla harus terus dilakukan demi memperkecil jumlah titik api dan mengupayakan semaksimal mungkin tidak terjadi kepekatan kabut asap.

"Supaya jarak pandang pilot tidak menjadi kendala dalam penerbangan komersil maupun tempur. Jika terjadi karhutla inikan berdampak terhadap perputaran ekonomi dan dunia pendidikan serta kesehatan. Ini yang menjadikan kita harus siap siaga," ujarnya.

Sujiwo juga siap menganggarkan untuk kebutuhan makan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk tim yang terlibat dalam pemadaman karhutla.

"Saya pastikan di-back up melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dan juga dengan pribadi," tegasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads