Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memamerkan penggunaan teknologi pertanian modern atau smart farming dalam penggarapan lahan cetak sawah baru di kawasan Juata Laut. Cara ini membuat proses penanaman padi lebih cepat.
Wali Kota Tarakan, Khairul turun melakukan tanam perdana di lahan seluas 15 hektare yang menjadi bagian dari total 202 hektare program cetak sawah. Khairul memperkenalkan penggunaan drone penebar benih dan mesin tanam (transplanter) untuk mempercepat proses produksi.
"Hari ini kita mulai menanam, Metodenya beragam, ada tanam pindah, ada tabela (tanam benih langsung), dan ada yang pakai drone. Kalau manual semua kan agak lama. Dengan teknologi ini, harapan kita tiga bulan ke depan sudah bisa panen," ujar Khairul kepada awak media, Senin (7/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerapan teknologi ini bukan tanpa alasan. Khairul menyebut, meski lahan pertanian di Tarakan memiliki tantangan seperti tingkat keasaman tanah yang tinggi, rekayasa teknologi pertanian mampu mengatasinya. Pemkot menargetkan produktivitas lahan bisa mencapai 3 ton per hektare.
"Dulu di Arab Saudi orang pikir tidak bisa tumbuh tanaman, tapi dengan smart farming, gurun pun bisa jadi lahan pertanian. Di sini juga begitu, tanah asam kita rekayasa teknologi, beri kapur dolomit, insyaallah bisa," tegasnya.
Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Tarakan terhadap pasokan beras dari luar daerah. Khairul juga membocorkan rencana penambahan lahan baru seluas 150 hektare tahun ini untuk mengejar swasembada pangan.
Uniknya, para penggarap lahan ini mayoritas bukanlah petani murni, melainkan nelayan dan petambak. Khairul mendorong diversifikasi profesi ini agar ekonomi warga lebih tahan banting.
"Saya selalu sarankan ke petambak dan nelayan, diversifikasi usaha itu penting. Saat harga ikan atau rumput laut fluktuatif, mereka punya cadangan penghasilan dari padi. Kalau beras kan semua orang makan, pasarnya jelas," imbuh Khairul.
Kelancaran program cetak sawah ini tak lepas dari peran TNI. Komandan Kodim 0907/Tarakan, Letkol Inf Syaiful Arif memastikan personelnya terus bekerja keras menyelesaikan pembukaan lahan (land clearing) yang kini progresnya tinggal menyisakan 5 persen lagi.
"Kami mengerahkan pasukan untuk membenahi akses jalan menuju lokasi sawah sepanjang 1 kilometer yang kondisinya masih berupa semak belukar dan jalan berlumpur. Kami siap kapanpun. Selain land clearing yang hampir selesai, akses jalan satu kilo itu mungkin bisa kita tembuskan lewat karya bakti teknis agar panen nanti lebih mudah," kata Syaiful Arif.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan tengah mempercepat program cetak sawah seluas 202 hektare. Dalam pengerjaannya, pemerintah menggandeng personel TNI dari Kodim 0907/Tarakan untuk mengejar target tanam pada akhir tahun.
Proyek strategis ini berlokasi di Jalan Ngeringup, RT 17 Sungai Maya, Kelurahan Juata Laut. Hingga pertengahan November 2025, proses pembukaan lahan (land clearing) terus dikebut.
"Per tanggal 17 November kemarin, yang sudah dikonstruksi atau dieksekusi itu 68,24 hektare. Total luasan kan 202 hektare. Pelaksanaannya kita swakelola tipe dua bersama teman-teman Kodim 0907 Tarakan," kata Kepala Bidang Pertanian DKPP Tarakan saat dikonfirmasi detikKalimantan, Rabu (19/11/2025).
(bai/bai)
