Kalimantan Timur

CCTV Masjid Perlihatkan Momen Ajudan Gubernur Kaltim dan Mahasiswa

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Kamis, 22 Okt 2026 12:17 WIB
Potongan rekaman CCTV saat terjadi senggolan antara ajudan Gubernur Kaltim dengan mahasiswa. Foto: Dok. Istimewa
Samarinda -

Rekaman CCTV Masjid Nurul Mu'minin, Samarinda, memperlihatkan kejadian viral ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud, Asky Rizal Toding, yang diduga bersikap arogan terhadap mahasiswa GMNI saat demonstrasi pada Senin (19/10/2026).

Dalam rekaman CCTV yang beredar, Rudy Mas'ud bersama ajudannya terlihat dicegat di depan masjid. Rekaman tersebut juga memperlihatkan seorang mahasiswa mendatangi Asky sebelum terjadi kontak fisik di antara keduanya.

Sementara itu, dugaan perampasan handphone milik mahasiswa oleh ajudan gubernur, sebagaimana menjadi narasi dalam polemik tersebut, tidak terlihat dalam rekaman CCTV. Anggota Tim Ahli Gubernur Kaltim bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, mengatakan rekaman CCTV tersebut perlu menjadi bahan untuk melihat kejadian secara utuh.

"Publik juga harus kemudian objektif situasinya bahwa ini kesalahan tidak murni Asky. Bahwa Asky salah iya. Emosional, tidak menjalankan SOP, jangan mudah terpancing, terprovokasi. Tapi awalnya kan provokasinya dari mahasiswa," kata Sudarno kepada detikKalimantan, Kamis (22/10/2026).

Sudarno mengakui tindakan Asky yang terpancing emosi merupakan kesalahan. Namun, menurutnya, tindakan mahasiswa yang mengadang gubernur ketika hendak menunaikan salat juga perlu menjadi perhatian.

"Jadi kita juga harus fair. Kalau kemarin kan 100 persen jatuhnya Asky yang salah. Ini jatuhnya, 1-1 dengan video yang lengkap yang ada itu," ujarnya.

Terkait dugaan perampasan handphone, Sudarno mengatakan dirinya tidak melihat adanya tindakan tersebut dalam rekaman CCTV masjid yang dimaksud. Sudarno menyebut rekaman yang disampaikannya berdurasi sekitar 5 menit 9 detik. Dia mengklaim video tersebut merupakan rekaman utuh tanpa penyuntingan.

"Dilihat di videonya aja. Aku tidak ada lihat proses itu dirampas. Enggak ada. Asky kan terus ngeloyor (hadang) aja dia," ucapnya.

Sudarno juga menegaskan Asky telah diproses oleh Propam Polda Kaltim dan menyampaikan permintaan maaf. Karena itu, Sudarno mempertanyakan tanggung jawab mahasiswa yang menurutnya memprovokasi ajudan di area masjid.

"Asky sudah diproses di Polda, ditarik kesatuannya, kan gitu ya, diproses. Dia sudah minta maaf. Sekarang yang provokasi (mahasiswa) gimana dong?" katanya.




(des/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork