Warga di perkebunan sawit Kilometer 26, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah kembali digegerkan dengan penemuan benda asing berbentuk kubah logam pada hari ini, Selasa (20/10). Diduga, benda ini masih berkaitan dengan puing roket China Zhuque 2E yang ditemukan kemarin.
Benda tersebut ditemukan di Blok H 27 pada Selasa (20/10) sekitar pukul 08.40 WIB. Seorang pemanen sawit yang sedang bekerja di kawasan perkebunan menjadi orang pertama yang menemukan benda berbahan logam dengan bentuk melingkar tersebut.
Aparat menduga kedua benda tersebut memiliki keterkaitan. Namun, kepastian mengenai asal-usul, fungsi, dan hubungan antara kedua benda itu masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung juga telah menerima informasi mengenai penemuan terbaru tersebut. Personel militer dikerahkan ke lokasi untuk memantau dan memastikan kondisi di lapangan.
"Benar. Kami sudah monitor informasi tersebut. Saat ini anggota telah dikerahkan ke lokasi," kata Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo saat dikonformasi, Selasa (20/10/2026).
Petugas memperkirakan masih terdapat sejumlah serpihan lain yang belum ditemukan di sekitar areal perkebunan. Dugaan tersebut membuat pekerja sawit dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Kilometer 26 diminta lebih waspada.
Aparat mengimbau masyarakat tidak mendekati, menyentuh, apalagi memindahkan benda asing yang ditemukan di lapangan. Meski bentuk dan materialnya menyerupai komponen roket, ciri-ciri tersebut belum cukup untuk memastikan identitas maupun tingkat bahayanya.
"Diduga masih ada beberapa serpihan lagi yang saat ini masih belum ditemukan. Kami minta apabila ada menemukan benda asing segera lapor kepada petugas," tegas anggota Brimob yang berjaga.
Pekerja perkebunan diminta segera menjauh apabila kembali menemukan benda yang tidak dikenal dan melaporkannya kepada aparat. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usul benda tersebut sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya serpihan lain yang masih tersebar di kawasan perkebunan Kotim.
(bai/bai)