Kalimantan Selatan

Dinkes Kalsel Catat Angka Kasus ISPA Naik 10 Ribu Tiap Sepekan

Khairun Nisa - detikKalimantan
Senin, 19 Okt 2026 22:41 WIB
Kondisi jalanan di Kota Banjarmasin saat kabut asap masih menyelimuti. (Khairun Nisa/detikKalimantan)
Banjarmasin -

Jumlah kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kalimantan Selatan masih terus alami kenaikan. Terbaru, Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel mencatat kasus ISPA naik 10 ribu tiap pekannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin menyebutkan kasus ISPA melonjak naik dalam lima pekan terakhir. Ia menyebut dalam lima pekan ini, rata-rata penambahan kasus ISPA tercatat mencapai 10 ribu.

"(Kenaikan) ISPA minggu kemarin ada 10 ribuan. Dalam lima minggu ini kita rata-rata 10 ribuan kasus," ujar dr Diauddin, Senin (19/10/2026).

Adapun catatan kasus terjadi di sejumlah wilayah Kalsel, terbanyak adalah Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru. Guna menanggulangi kasus ISPA, Dinkes Kalsel menyediakan rumah oksigen untuk masyarakat.

Selain itu, Diauddin menyebut bahwa kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla juga telah dilakukan di rumah sakit dan puskesmas sejak Juli 2026.

"Rumah sakit dan puskesmas, sejak Juli sudah kita minta untuk siap siaga menghadapi dampak karhutla," ucapnya.

Tingginya kasus ISPA di Kalsel ini kemudian menjadi perhatian khusus untuk pemerintah daerah. Sebab, di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalsel, paparan asap dari kebakaran dinilai dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan.

Dengan kesiapsiagaan rumah sakit, puskesmas dan keberadaan rumah oksigen, Dinkes Kalsel berupaya memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut dapat memperoleh penanganan.

Sementara itu, dilansir detikHealth, berdasarkan data Kemenkes per 18 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah kasus ISPA telah mencapai 306.309 kasus. Terdapat kenaikan cukup signifikan dibandingkan tanggal 14 Oktober 2026 yang tercatat sebanyak 277.075 kasus.

Dari antara 300 ribu kasus itu, sebanyak 69.015 kasus dialami oleh balita usia 0-5 tahun. Kemudian 77.022 ribu kasus terjadi pada anak-anak usia 6-9 tahun dan 49.680 kasus pada kelompok lanjut usia (lansia).

Jika dilihat dari kenaikan harian, terdapat penurunan pada tren kenaikan kasus di wilayah terdampak karhutla. Pada 16 Oktober, terdapat 2.808 penambahan kasus. Sementara pada 17 Oktober, tercatat ada 2.778 kasus baru.

Kemenkes mencatat, meskipun jumlah kasus kumulatif masih tinggi, tetapi tren penambahan kasus ISPA diklaim sudah menurun di beberapa daerah. Antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.



Simak Video "Video: Penanganan dan Pencegahan Kasus ISPA Karena Karhutla"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork