Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan di Pangkalan Bun

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 19 Okt 2026 13:23 WIB
Ilustrasi Bandara Iskandar Pangkalan Bun diselimuti asap/Foto: Dok. Istimewa
Pangkalan Bun -

Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Penerbangan reguler Batik Air dan NAM Air dari dan menuju Pangkalan Bun dihentikan sementara hingga 20 Oktober 2026 akibat jarak pandang yang tidak mendukung keselamatan penerbangan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan dua maskapai mengajukan pembatalan penerbangan atau cancel flight karena kondisi kabut asap yang mengganggu jarak pandang di sekitar bandara.

"Untuk sementara Bandar Udara Iskandar tetap buka melaksanakan kegiatan operasional untuk administrasi dan standby, namun untuk sementara tidak ada kegiatan operasional penerbangan reguler dengan maskapai Batik Air dan NAM Air," jelas Asri Alie, Senin (19/10/2026).

Menurut Asri, pembatalan penerbangan tersebut dilakukan dengan alasan force majeure atau keadaan di luar kendali. Kabut asap yang menyebabkan penurunan jarak pandang menjadi kendala utama bagi maskapai untuk menjalankan penerbangan secara aman.

Dampak kabut asap bukan hanya berlangsung sehari. Asri mengungkapkan, selama sepekan terakhir tidak ada penerbangan reguler yang beroperasi di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

"Kondisi tersebut membuat konektivitas udara dari dan menuju Pangkalan Bun terganggu. Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat maupun penumpang yang berencana datang ke Kobar harus menyesuaikan rencana perjalanan dengan perkembangan situasi di bandara," katanya.

Meski demikian, pembatalan penerbangan reguler tidak berarti Bandara Iskandar ditutup sepenuhnya. Bandara tetap buka untuk melayani kegiatan administrasi dan menjaga kesiapsiagaan operasional.

Asri menegaskan informasi penghentian penerbangan hingga 20 Oktober masih bersifat sementara. Perubahan jadwal maupun kemungkinan perpanjangan pembatalan akan disampaikan sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Ia mengimbau masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Pangkalan Bun agar terus memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat ke bandara.

"Penghentian penerbangan ini menjadi salah satu dampak nyata kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu aktivitas masyarakat. Selain berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan, kabut asap juga menghambat transportasi udara yang menjadi jalur penting mobilitas warga di wilayah barat Kalimantan Tengah," pungkasnya.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork