Karhutla Dekati Kompleks Kantor Pemkab Seruyan, Dinding Disnaker Terbakar

Kalimantan Tengah

Karhutla Dekati Kompleks Kantor Pemkab Seruyan, Dinding Disnaker Terbakar

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 19 Okt 2026 10:29 WIB
Kebakaran hutan dan lahan merembet ke kantor Pemkab Seruyan.
Kebakaran hutan dan lahan merembet ke kantor Pemkab Seruyan. Foto: Dok. Istimewa
Seruyan -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merambah kawasan belakang kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Minggu (18/10/2026) sore. Api yang membakar lahan gambut tersebut bahkan berdampak pada bangunan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), di mana bagian dinding dan plafon terkena dampak kebakaran.

Kebakaran ini memicu kekhawatiran karena lokasinya berdekatan dengan sejumlah kantor pemerintahan. Beberapa gedung yang berada di sekitar titik api di antaranya kantor PUPR, Disnaker, Dinas Perikanan, Bapperida, Inspektorat, DKPP, hingga KPU Kabupaten Seruyan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Seruyan, Nomo Koeswoyo, mengatakan pihaknya telah bersiaga sejak Sabtu-Minggu hingga hari ini setelah menerima laporan masyarakat mengenai titik api yang bergerak dari arah Desa Sungai Undang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terus siaga sesuai laporan masyarakat. Api mengarah dari Desa Sungai Undang, dan wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut," kata Nomo, Senin (19/10/2026).

Petugas mulai melakukan penanganan sejak Minggu sekitar pukul 09.30 WIB. Untuk menjinakkan api, Damkarmat mengerahkan tiga unit armada yang terdiri dari dua mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil slip on.

"Hingga pukul 16.08 WIB, petugas masih berjibaku melakukan penanganan di lokasi kebakaran. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian karena api berpotensi menjalar dan menyulitkan proses pemadaman apabila kebakaran meluas," katanya.

Meski demikian, proses pemadaman relatif terbantu oleh ketersediaan sumber air di sekitar kompleks perkantoran. Sejumlah embung yang berada di masing-masing area dapat dimanfaatkan petugas untuk memasok air selama proses penanganan berlangsung.

"Alhamdulillah, kendala tidak terlalu banyak karena di setiap area terdapat embung dengan pasokan air yang cukup memadai," ujarnya.

Kebakaran di kawasan perkantoran tersebut turut mendapat perhatian pimpinan daerah. Wakil Bupati Seruyan, Sekretaris Daerah, hingga sejumlah kepala perangkat daerah turun memantau kondisi lapangan untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Nomo mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran di sekitar perkantoran. Menurutnya, setiap kantor perlu memiliki peralatan pemadaman awal, seperti mesin pompa air dan selang, sehingga api dapat segera ditangani sebelum membesar.

"Setiap dinas sebaiknya memiliki mesin pompa air dan selang agar bisa melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran di sekitar kantor. Alhamdulillah, berkat kolaborasi dengan pihak BPBD Seruyan, kejadian ini dapat ditangani dengan cepat," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads