Masyarakat Gorontalo diminta memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Sebab, kabut asap akibat karhutla di Kalimantan hingga Papua mulai menyelimuti sejumlah wilayah Gorontalo.
"Untuk Gorontalo sebaran asap sudah masuk di 5 kabupaten dan 1 kota," ujar Analis Kebencanaan BPBD Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Dikutip detikSulsel, daerah sebaran asap meliputi Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo. Tahir berharap masyarakat memerhatikan keluarganya dalam kondisi udara yang tidak sehat, terutama bagi anak-anak dan lansia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, tentunya kita tetap waspada saja, karena memang kondisi ini kita tidak bisa melakukan penanganan secara khusus karena memang asapnya kiriman," terangnya.
Menurut Tahir, asap berasal dari karhutla di Papua, Kalimantan, Maluku hingga Sulawesi Utara. Asap tersebut terbawa angin menuju Gorontalo.
"Ada kebakaran-kebakaran lokal bisa memicu bertambahnya asap ini dan juga seputaran Sulawesi Utara itu ada beberapa Gunung terbakar ini juga semua asapnya mengarah ke wilayah Gorontalo," imbuhnya.
"Sesuai informasi dari BMKG itu pertama asap dari Kalimantan dan Papua, ini tergantung arah angin," tambahnya.
Memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla bisa memicu gangguan kesehatan. Ia kembali mengingatkan masyarakat utamanya kelompok rentan, untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Tahir juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kabut asap. Masyarakat diminta memakai masker.
"Imbauan tentunya yang pertama kita semua harus waspada menghadapi kondisi ini. Yang kedua hendaknya masyarakat tidak terlalu penting jangan terlalu banyak aktivitas di luar, kemudian menggunakan masker," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, kualitas udara di Gorontalo dilaporkan dalam kondisi tidak sehat. Situasi ini dipicu asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan dan Papua.
"Pantauan karbon monoksida dan PM2.5 yang dibuat oleh Stasiun GAW Palu di mana wilayah Gorontalo berada pada kualitas udara yang tidak sehat," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Satria Topan Primadi kepada detikcom, Selasa (13/10).
Baca selengkapnya di sini.
