Gorontalo Diselimuti Asap Karhutla, Warga Diimbau Pakai Masker

Gorontalo Diselimuti Asap Karhutla, Warga Diimbau Pakai Masker

Apris Nawu - detikSulsel
Kamis, 15 Okt 2026 12:45 WIB
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh. Tahir Laendeng.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh. Tahir Laendeng. Foto: (Apris Nawu/detikcom)
Gorontalo -

Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Papua. Masyarakat diminta memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

"Untuk Gorontalo sebaran asap sudah masuk di 5 kabupaten dan 1 kota," ujar Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh. Tahir Laendeng kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Adapun daerah sebaran asap meliput Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo. Tahir pun berharap masyarakat memerhatikan keluarganya dalam kondisi udara yang tidak sehat, terutama bagi anak-anak dan lansia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, tentunya kita tetap waspada saja, karena memang kondisi ini kita tidak bisa melakukan penanganan secara khusus karena memang asapnya kiriman," terangnya.

Tahir merinci asap kiriman itu berasal dari karhutla di Papua, Kalimantan, Maluku hingga Sulawesi Utara. Menurutnya, asap tersebut terbawa angin menuju Gorontalo.

ADVERTISEMENT

"Ada kebakaran-kebakaran lokal bisa memicu bertambahnya asap ini dan juga seputaran Sulawesi Utara itu ada beberapa Gunung terbakar ini juga semua asapnya mengarah ke wilayah Gorontalo," imbuhnya.

"Sesuai informasi dari BMKG itu pertama asap dari Kalimantan dan Papua, ini tergantung arah angin," tambahnya.

Kualitas udara memburuk akibat asap karhutla dinilai bisa memicu gangguan kesehatan. Dia kembali mengingatkan agar masyarakat utamanya kelompok rentan mengantisipasi kondisi tersebut.

Tahir juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kabut asap. Masyarakat diminta memakai masker.

"Imbauan tentunya yang pertama kita semua harus waspada menghadapi kondisi ini, yang kedua hendaknya masyarakat tidak terlalu penting jangan terlalu banyak aktivitas di luar, kemudian menggunakan masker," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, kualitas udara di Provinsi Gorontalo dilaporkan dalam kondisi tidak sehat. Situasi ini dipicu asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan dan Papua.

"Pantauan karbon monoksida dan PM2.5 yang dibuat oleh Stasiun GAW Palu di mana wilayah Gorontalo berada pada kualitas udara yang tidak sehat," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Satria Topan Primadi kepada detikcom, Selasa (13/10).



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads