Batal Tinjau Karhutla Kotim, Menhut Langsung Bertolak ke Pangkalan Bun

Kalimantan Tengah

Batal Tinjau Karhutla Kotim, Menhut Langsung Bertolak ke Pangkalan Bun

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 14 Okt 2026 12:29 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Istimewa
Kotawaringin Timur -

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni batal meninjau kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim). Kunjungan kerja Menhut ke Sampit ini diagendakan dilakukan pada Rabu (14/10/2026).

Informasi pembatalan tersebut disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kotim, Legendaria Okta Bellany Nusaku, melalui pesan singkat pada Rabu pagi.

"Info Pak Yudho Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, untuk kunker Menhut Rl di Sampit dan peninjauan lokasi Karhutla batal, beliau akan langsung ke Pangkalan Bun," demikian isi pesan yang disampaikan Legendaria kepada sejumlah pejabat di Kotim yang kemudian disampaikan ke sejumlah wartawan, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pesan tersebut, Legendaria menyampaikan informasi dari Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho, bahwa Raja Juli Antoni tidak jadi melakukan kunjungan kerja ke Sampit dan akan langsung menuju Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Padahal, pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah pusat. Lokasi tersebut meliputi Camba, Kecamatan Seranau, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Kecamatan Baamang.

Camba menjadi salah satu titik yang diusulkan karena kebakaran di kawasan tersebut masih membutuhkan penanganan intensif. Sementara Seranau dipertimbangkan lantaran memiliki hamparan hutan dan lahan gambut yang luas serta sejumlah titik rawan kebakaran.

Adapun Baamang dan Mentawa Baru Ketapang disiapkan sebagai lokasi alternatif yang lebih dekat dengan pusat Kota Sampit, apabila rombongan Menhut memiliki keterbatasan waktu untuk menjangkau wilayah lain.

Wakil Bupati Kotim Irawati sebelumnya berharap kunjungan Raja Juli Antoni dapat berlangsung lebih lama. Dengan begitu, menteri bisa melihat langsung tantangan yang dihadapi petugas dan relawan saat memadamkan api, terutama di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.

Pemerintah daerah juga ingin menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak untuk memperkuat penanganan karhutla. Mulai dari tambahan peralatan pemadaman, sarana dan prasarana, alat pelindung diri bagi relawan, hingga dukungan anggaran.

Bagi Pemkab Kotim, kunjungan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga membuka jalan bagi dukungan konkret pemerintah pusat. Terlebih, penanganan kebakaran di lahan gambut memerlukan upaya berkelanjutan agar api tidak terus muncul dan meluas.

Namun, batalnya peninjauan tersebut membuat pemerintah daerah kehilangan kesempatan untuk memperlihatkan secara langsung kondisi lapangan kepada Menhut pada agenda kali ini. Raja Juli Antoni dijadwalkan langsung melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pangkalan Bun.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads