Anggota DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tidak sekadar meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dia juga meminta Menhut merasakan langsung kehidupan masyarakat yang setiap hari terpapar kabut asap.
Arif mengusulkan agar Raja Juli menghabiskan waktu selama 10 hari di sejumlah wilayah terdampak karhutla. Menurutnya, pengalaman tinggal langsung di tengah masyarakat akan memberikan gambaran lebih nyata mengenai dampak kebakaran dibandingkan sekadar menerima laporan atau mengikuti agenda resmi pemerintahan.
"Coba nginap 10 hari lah jangan di hotel terus kalau ada kunjungan. Biar merasakan apa yang dirasakan kita," kata Arif, Rabu (14/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut sejumlah daerah yang perlu dikunjungi, mulai dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), Barito Selatan (Barsel), hingga Gunung Mas (Gumas) dan wilayah lain yang terdampak kebakaran serta kabut asap.
Arif menilai kunjungan menteri seharusnya tidak hanya diisi pertemuan dengan kepala daerah maupun pejabat terkait. Pemerintah pusat perlu melihat dari dekat bagaimana masyarakat menjalani aktivitas di tengah kondisi udara yang tercemar asap.
Bahkan, ia menyarankan Raja Juli tidak selalu menginap di hotel selama berada di Kalteng. Menteri dapat memanfaatkan rumah jabatan wali kota atau gubernur, bahkan tinggal di rumah warga di kawasan terdampak karhutla.
Menurut Arif, cara tersebut dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang dihadapi masyarakat secara lebih utuh. Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga menyentuh kesehatan, pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas warga.
"Kondisi di lapangan perlu menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kebijakan penanggulangan karhutla. Pengalaman masyarakat yang menghadapi asap setiap hari dinilai perlu mendapat perhatian serius dalam evaluasi penanganan kebakaran," ujarnya.
Arif juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah secara berkelanjutan. Dukungan sumber daya, koordinasi lintas instansi, serta perlindungan terhadap masyarakat terdampak menjadi bagian penting yang harus diperkuat.
"Bagi masyarakat di wilayah terdampak, kehadiran pemerintah diharapkan tidak hanya terlihat saat kunjungan berlangsung, tetapi juga dirasakan melalui kebijakan dan tindakan nyata untuk mengatasi kebakaran yang terus mengancam lingkungan serta kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
Salah satu warga Pasir Panjang, Kotawaringin Barat, Rohim memiliki harapan serupa. Menurutnya, kondisi yang berlangsung saat ini membuat warga khawatir terhadap kualitas udara dan ancaman kesehatan akibat paparan asap.
"Jangan sekadar berkunjung. Kami masyarakat Kobar berharap ada bukti nyata dari kedatangan Pak Menteri, terutama dalam membantu memadamkan karhutla," kata Rohim, Rabu (14/10/2026).
Aspirasi serupa disampaikan Soleh, warga Sidorejo. Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan dukungan lebih kuat dari berbagai pihak agar upaya pemadaman dapat berjalan maksimal.
Soleh mengungkapkan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan relawan telah berupaya menangani kebakaran di lapangan. Mereka bahkan hampir setiap hari berjibaku memadamkan api di sejumlah lokasi terdampak.
"Kami melihat pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan relawan hampir setiap hari berada di lokasi untuk memadamkan api. Masyarakat berharap ada dukungan nyata agar penanganan karhutla bisa lebih maksimal," ujarnya.
Menurut Soleh, kunjungan Menteri Kehutanan menjadi kesempatan penting untuk melihat langsung kondisi kebakaran sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi petugas. Dengan begitu, kebutuhan di lapangan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan bantuan yang tepat sasaran.
Berdasarkan rundown yang diterima detikKalimantan, kunjungan Raja Juli Antoni ke Kabupaten Kotawaringin Barat diperkirakan berlangsung pada 14-16 Oktober 2026. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan dan agenda yang ditetapkan.
Simak Video "Video: Karhutla TNTP Buat Relawan Menyerah, Sementara Water Bombing Terkendala Asap"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
