Antonius Edi, anggota Satpol PP dan Damkar Lamandau, tak sadarkan diri saat bertugas memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Batu Hambawang, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Dia harus dilarikan ke rumah sakit.
Antonius ditemukan tergeletak di tepi jalan dan sempat dikira sedang beristirahat setelah berjibaku dengan api pada Kamis (8/10) malam. Namun, setelah sekitar 30 menit dibiarkan beristirahat, ia tak kunjung bangun hingga rekan-rekannya menyadari kondisinya membutuhkan pertolongan segera.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sematu Jaya, Tri Santoso, yang mengetahui kejadian tersebut mengungkapkan, kondisi Antonius saat ditemukan cukup mengkhawatirkan. Kakinya kaku dan posisi pupil matanya terlihat tidak normal.
"Saat itu kakinya sangat kaku. Sempat saya pijat supaya lemas, pupil matanya seperti ke atas. Jadi langsung kami larikan ke RS," ungkap Tri Santoso, Jumat (9/10/2026).
Antonius kemudian dievakuasi ke RSUD Gusti Abdul Gani Lamandau untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisinya membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Pangkalan Bun.
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni, mengatakan Antonius mengalami penurunan kesadaran. Pihak rumah sakit pun mencurigai adanya gejala stroke sehingga memutuskan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
"Kita rujuk ke Pangkalan Bun. Mengalami penurunan kesadaran, kami mencurigai gejala stroke," ujar Mardoni.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lamandau, Triadi menduga Antonius mengalami kelelahan setelah berulang kali diterjunkan dalam operasi pemadaman karhutla.
"Awalnya dikira tiduran, pas dibangunin nggak bangun, ternyata pingsan. Yang pasti karena kelelahan, karena tiap hari ada pemadaman," kata Triadi.
(bai/bai)