Dua Pelajar Terlindas Truk, Picu Bentrokan Pemuda Antardesa di Lutim

Regional

Dua Pelajar Terlindas Truk, Picu Bentrokan Pemuda Antardesa di Lutim

Ahmad Al Qadri - detikKalimantan
Jumat, 09 Okt 2026 15:22 WIB
Bentrokan pemuda antardesa pecah di Luwu Timur.
Foto: Bentrokan pemuda antardesa pecah di Luwu Timur. (dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Kecelakaan dua pelajar yang terlindas truk di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) memicu bentrokan pemuda antardesa. Diduga kecelakaan terjadi karena dua pelajar itu sedang dalam pengejaran dari kelompok lain.

Dikutip dari detikSulsel, dua korban meninggal adalah pelajar SMA bernama Fausi (16) dan Suwaid (16). Keduanya saat itu berboncengan naik sepeda motor sebelum tewas terlindas truk.

"Pemicu terjadinya bentrokan antar kelompok yakni terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia pada Rabu (7/10), karena diduga adanya pengejaran dari pemuda kelompok lain," kata Kasi Humas Polres Lutim, AKP Muhammad Husain dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bentrokan antar pemuda Desa Lampenai dan Desa Bawalipu terjadi di Kecamatan Wotu, pada Kamis (8/10) sekitar pukul 20.40 Wita. Bentrokan pecah usai pemuda Desa Bawalipu melakukan penyerangan lebih dulu.

"Pelajar yang tewas itu dari Desa Bawalipu dan pemuda dari Bawalipu yang melakukan penyerangan, ada sekitar 60 orang," ucap Husain.

Warga Desa Lampenai lantas melakukan perlawanan hingga kedua kubu saling lempar menggunakan batu. Bentrokan ini sempat membuat arus lalu lintas Masamba-Wotu mengalami kemacetan.

"Polsek Wotu mencoba menghentikan kedua kelompok tersebut namun tidak berhasil, sehingga memberikan tembakan sebanyak dua kali namun kedua kelompok tersebut tidak menghiraukan tembakan peringatan," bebernya.

Situasi yang tidak kondusif membuat Polsek Wotu meminta bantuan personel dari Polres Lutim. Sebanyak 15 personel bantuan dari Polres turun mengamankan lokasi tersebut.

"Kemudian pihak kepolisian melakukan penggalangan melalui kepala Desa Bawalipu, sehingga pukul 23.30 Wita, kedua kelompok pemuda membubarkan diri," ungkapnya.

Baca artikel selengkapnya di sini.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads