Bentrokan Pecah di Lutim Dipicu 2 Pelajar Tewas Terlindas Truk

Bentrokan Pecah di Lutim Dipicu 2 Pelajar Tewas Terlindas Truk

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Jumat, 09 Okt 2026 12:58 WIB
Bentrokan pemuda antardesa pecah di Luwu Timur.
Foto: Bentrokan pemuda antardesa pecah di Luwu Timur. (dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Bentrokan pemuda antardesa pecah di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel). Perang kelompok ini diduga dipicu dua siswa SMA boncengan motor bernama Fausi (16) dan Suwaid (16) tewas terlindas truk.

"Pemicu terjadinya bentrokan antar kelompok yakni terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua pelajar meninggal dunia pada Rabu (7/10), karena diduga adanya pengejaran dari pemuda kelompok lain," kata Kasi Humas Polres Lutim, AKP Muhammad Husain dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Bentrokan antar pemuda Desa Lampenai dan Desa Bawalipu terjadi di Kecamatan Wotu, Kamis (8/10) sekitar pukul 20.40 Wita. Bentrokan pecah usai pemuda Desa Bawalipu melakukan penyerangan lebih dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelajar yang tewas itu dari Desa Bawalipu dan pemuda dari Bawalipu yang melakukan penyerangan, ada sekitar 60 orang," ucap Husain.

Warga Desa Lampenai lantas melakukan perlawanan hingga kedua kubu saling lempar menggunakan batu. Bentrokan ini sempat membuat arus lalu lintas Masamba-Wotu mengalami kemacetan.

ADVERTISEMENT

"Polsek Wotu mencoba menghentikan kedua kelompok tersebut namun tidak berhasil, sehingga memberikan tembakan sebanyak dua kali namun kedua kelompok tersebut tidak menghiraukan tembakan peringatan," bebernya.

Situasi yang tidak kondusif membuat Polsek Wotu meminta bantuan personel dari Polres Lutim. Sebanyak 15 personel bantuan dari Polres turun mengamankan lokasi tersebut.

"Kemudian pihak kepolisian melakukan penggalangan melalui kepala Desa Bawalipu, sehingga pukul 23.30 Wita, kedua kelompok pemuda membubarkan diri," ungkapnya.

Polisi hingga saat ini masih menyelidiki kasus ini dengan memeriksa CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyidik juga mendalami penyebab kedua siswa SMA tewas terlindas karena diduga dikejar pihak tertentu.

"Sebelum bubar kami meminta agar kasus tersebut sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian, untuk menindaklanjuti kejadian tersebut," jelas Husain.

Diketahui, 2 pelajar tewas terlindas truk di Jalan Trans Sulawesi, Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, Lutim pada Rabu (7/10) sekitar pukul 20.58 Wita. Kedua korban yang boncengan motor diduga hendak mendahului pengendara lain.

Namun korban diduga kehilangan kendali dan terjatuh tepat di samping kanan belakang truk. Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

"Pengendara sepeda motor Fauzi mengalami luka terbuka pada pelipis kanan, pipi kanan dan dahi, serta patah pada kanan. Sementara boncengannya, Suwaid, mengalami luka lebam pada bagian dada," ucap Husain.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads