Seekor king cobra atau kobra raja tiba-tiba muncul di sekitar area parkiran jetski, Jalan Ujang Iskandar, RT 016, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (8/10/2026) pagi. Keberadaan ular berbisa itu membuat warga yang beraktivitas di sekitar lokasi resah.
Warga kemudian melaporkan keberadaan ular tersebut kepada Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar melalui WhatsApp sekitar pukul 08.45 WIB. Regu III langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Salah seorang warga sekitar, Nasri, mengaku sempat tidak menyadari bahwa benda yang dilihatnya merupakan ular. Ia awalnya mengira benda tersebut hanya potongan kayu yang berada di bawah jembatan.
"Tadi ulun (saya) kira cuma kayu, tapi kok bergerak. Pas dilihat ternyata ular," ujar Nasri kepada detikKalimantan, Kamis (8/10/2026)
Petugas tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan menemukan kobra bersembunyi di bawah jembatan kayu. Lokasi ular yang berada dekat aktivitas warga membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
"Dengan menggunakan peralatan penyelamatan, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular tersebut setelah sekitar 20 menit penanganan. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 09.20 WIB tanpa kendala yang dilaporkan," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, Kamis sore.
Ia mengatakan penanganan dilakukan untuk memastikan ular tidak lagi membahayakan warga di sekitar lokasi.
"Ular ini termasuk jenis yang harus diwaspadai karena memiliki bisa. Kami mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap atau mendekati sendiri jika menemukan ular seperti ini," kata Dwi.
Menurutnya, langkah paling aman bagi masyarakat adalah segera melaporkan keberadaan ular kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan menggunakan peralatan yang sesuai.
"Setelah berhasil dievakuasi, king cobra tersebut diamankan oleh petugas. Untuk penanganan selanjutnya, termasuk lokasi penempatan atau pelepasliaran, masih menunggu keterangan lebih lanjut dari Damkar Kobar," katanya.
Dalam proses evakuasi, Regu III menggunakan satu unit Triton, satu hook, dua grab stick dan satu senter. Petugas kemudian meninggalkan lokasi setelah penanganan selesai dan kembali ke Mako sekitar pukul 09.40 WIB.
Kemunculan king cobra di tengah area yang menjadi lokasi aktivitas warga kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar. Warga diminta tidak mengambil risiko dengan mendekati atau menangkap ular berbisa secara mandiri.
"Jika menemukan ular berbahaya di lingkungan permukiman atau fasilitas umum, warga disarankan menjaga jarak dan segera menghubungi petugas. Langkah tersebut dinilai lebih aman untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(bai/bai)