Kalimantan Utara

Viral Warga Pedalaman Malinau Curhat Sakit Tak Ada Obat dan Nakes

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 28 Sep 2026 16:45 WIB
Foto: Puskesmas Long Sule di pedalaman Malinau. (dok Istimewa)
Malinau -

Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan video curahan hati seorang warga pedalaman Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Dalam video yang viral tersebut, warga meluapkan keputusasaannya atas krisis tenaga kesehatan (nakes) dan ketiadaan obat-obatan yang telah mereka pendam selama dua tahun terakhir.

Warga bernama Haramah menyampaikan keluhannya mewakili masyarakat Desa Long Sule dan Desa Long Pipah. Ia mengungkapkan kekecewaannya saat kedua anaknya jatuh sakit namun tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai di desanya.

"Pagi ini kedua anak saya sedang sakit, sudah beberapa hari tidak sembuh-sembuh. Kejadian ini bukan cuma sekali, sudah sering kali dari tahun lalu. Kami dirujuk ke Malinau, tapi kami tidak punya biaya, tidak punya dana untuk terus-terusan turun ke Malinau pergi berobat," ujar Haramah melalui video yang ia unggah. Senin (28/9/2026).

Haramah menyayangkan kondisi fasilitas kesehatan di daerahnya. Meski bangunan Puskesmas sudah berdiri megah, operasionalnya dinilai tidak berjalan karena tidak tersedianya obat-obatan dan ketiadaan nakes.

"Tolong kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, tolong pikirkan kami bagaimana fasilitas kesehatan di tempat kami. Padahal bangunan sudah megah, tapi tidak ada obat, tidak ada tenaga kesehatan. Ini sudah dua tahun kami pendam-pendam dan saya memberanikan diri menyampaikan ini. Ini masalah serius, Pak," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Long Sule, Jarot Irei, membenarkan bahwa kondisi yang dikeluhkan warganya dalam video viral tersebut sesuai dengan kenyataan di lapangan. Krisis dokter dan minimnya perawat di Puskesmas Long Sule telah berlangsung selama kurun dua tahun.

"Apa yang disampaikan warga itu memang betul, tidak ada dokter dan kurang perawat di Puskesmas Long Sule. Kejadian ketidakadaan tenaga kesehatan ini sudah kurang lebih dua tahun, semenjak tenaga dari program Nusantara Sehat berakhir," ungkap Jarot kepada detikKalimantan. Senin (28/9).



Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"

(bai/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork