Sejumlah desa di pedalaman Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara hingga kini belum tersentuh aliran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Buruknya akses jalan darat disebut menjadi biang kerok.
Seperti di Desa Long Semamu, Kecamatan Mentarang Hulu, warga terpaksa 'membakar' uang hingga Rp 140 ribu setiap malamnya. Hal ini dilakukan demi bisa menyalakan mesin genset.
Team Leader Perencanaan Listrik Desa PLN UP2K Benua Etam, Mujiono mengakui bahwa ketiadaan infrastruktur darat yang memadai membuat mereka angkat tangan untuk menarik jaringan tiang listrik dalam waktu dekat. Saat ini, tiang jaringan terakhir PLN baru sanggup menyentuh wilayah Desa Paking.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari total 10 desa di Kecamatan Mentarang Hulu, yang belum PLN listriki ada tujuh desa, termasuk Desa Long Semamu. Kendala kami di akses untuk daerah terisolir tersebut," tegas Mujiono saat dikonfirmasi, detikKalimantan, Rabu (16/9/2026).
Kepala Desa Long Semamu, Malinau tengah mengevakuasi mobil pengangkut sembako yang terjebak di kubangan lumpur. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan |
Ketujuh desa yang belum tersentuh listrik yakni Desa Long Berang, Long Simau, Long Mekatif, Long Kebinu, Long Fala, Long Sulit, dan Long Semamu. Saat tim PLN berupaya memetakan jalur, mereka dihadapkan pada realita jalan darat yang tidak bisa dilintasi kendaraan pembawa material.
"Kemarin kami sempat survei ke Long Berang dan Long Simau, akses cuma bisa sungai dari Malinau. Enggak memungkinkan buat kami untuk menarik jaringan tiang dari akses jaringan terdekat kami," paparnya.
Lantaran kondisi jalan darat yang masih memprihatinkan, pihak PLN memproyeksikan jaringan listrik untuk wilayah Long Semamu baru bisa masuk dalam roadmap tahun 2027 mendatang.
"Mudah-mudahan Desa Long Semamu bisa segera menyala juga," tambah Mujiono.

