12 Ribu Titik Panas Muncul di Kapuas Selama September, ISPA Tembus 2.465 Kasus

Kalimantan Tengah

12 Ribu Titik Panas Muncul di Kapuas Selama September, ISPA Tembus 2.465 Kasus

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 26 Sep 2026 10:15 WIB
Karhutla di Kapuas.
Karhutla di Kabupaten Kapuas. Foto: Dok. BPBD Kapuas
Kapuas -

Sepanjang Januari hingga 25 September 2026, puluhan ribu titik panas terdeteksi dan ribuan hektare lahan terbakar di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas mencatat sebanyak 27.580 titik panas terdeteksi sejak awal tahun. Dari jumlah tersebut, tercatat 318 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 2.729,52 hektare.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran S Pandiangan mengatakan seluruh perkembangan karhutla terus dipantau melalui posko, baik berdasarkan data titik panas maupun laporan kejadian di lapangan.

"Pemantauan dilakukan melalui informasi titik panas serta penanganan langsung di lapangan," katanya, Sabtu (26/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

September menjadi periode paling padat. Hingga 24 September saja, tercatat 12.196 titik panas atau sekitar 44 persen dari total titik panas yang terdeteksi sepanjang tahun.

"Bahkan pada 24 September, dalam sehari terpantau 196 titik panas. Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 87 titik, disusul Kapuas Tengah sebanyak 84 titik," katanya.

Di Mantangai, sebanyak 78 titik masuk kategori kepercayaan medium dan sembilan titik berkategori high. Sementara Kapuas Tengah mencatat 74 titik medium dan 10 titik high. Titik panas lainnya terpantau di Kapuas Murung sebanyak 13 titik, Kapuas Hulu delapan titik, Dadahup tiga titik dan Tamban Catur satu titik.

Di tengah tingginya aktivitas karhutla tersebut, dampaknya mulai terlihat pada sektor kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mencatat 92 kasus baru ISPA pada 24 September yang dilaporkan dari puskesmas dan rumah sakit di 17 kecamatan.

Dalam periode 20-24 September, jumlah kasus ISPA mencapai 362 kasus. Rata-rata kasus harian mencapai 72, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 61 kasus per hari.

"Secara kumulatif, sejak 16 Agustus 2026 tercatat 2.465 kasus ISPA. Kecamatan Selat menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 624 kasus, disusul Mantangai 354 kasus dan Kapuas Hilir 221 kasus," ujarnya.

Sementara itu, Rumah Oksigen di Jalan Keruing, Kuala Kapuas, telah menangani sekitar 50 pasien sejak mulai beroperasi pada awal September. Rata-rata terdapat lebih dari dua pasien yang mendapatkan pelayanan setiap harinya.

Petugas Dinas Kesehatan di Rumah Oksigen, Boby Nandri, mengatakan sebagian warga dengan keluhan sesak napas juga mendapat penanganan di RSUD Kapuas karena memiliki fasilitas medis yang lebih lengkap.

"Hingga 23 September, hampir seluruh pasien yang ditangani di Rumah Oksigen diperbolehkan pulang. Satu pasien tercatat harus dirujuk ke rumah sakit lain," kata dia.

BPBD bersama unsur terkait kini terus melakukan pemantauan titik panas, pengecekan lapangan dan pemadaman darat, sementara Dinas Kesehatan memperkuat penanganan warga yang terdampak gangguan pernapasan akibat kondisi asap.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Hotspot Mulai Menurun, Sumbagsel Tetap Waspada Karhutla "
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads