Pemkot Pontianak menyiapkan dua kebijakan untuk mengatasi dampak kemarau panjang dan intrusi air laut yang meningkatkan kadar garam air baku PDAM. Warga terdampak akan mendapat suplai air tawar, sementara pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mendapat diskon 30 persen.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan setiap kelurahan dan kecamatan akan disiapkan penampungan air berkapasitas 4.000-5.000 liter. Penampungan tersebut menjadi titik distribusi air tawar bagi masyarakat.
"Layak diminum, tapi sebaiknya dimasak dulu," kata Edi, Selasa (15/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi menyebut, pasokan air tawar saat ini cukup memadai seiring beroperasinya IPA 3 di booster Imam Bonjol. Sekitar 1.000 ton air tawar diproduksi dan disalurkan setiap hari.
Air tersebut didistribusikan ke 29 kelurahan dan kecamatan serta sejumlah lokasi publik. Masjid yang memiliki bak penampungan juga akan dilibatkan sebagai titik distribusi.
Pemkot Pontianak, kata Edi, akan terus memperbarui lokasi penyaluran air sesuai kondisi di lapangan. Informasi titik distribusi akan disampaikan agar masyarakat dapat mengambil air di lokasi terdekat.
"Ini akan terus kita update selalu," ujarnya.
Kebijakan kedua berupa pemberian diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Diskon diberikan selama dua bulan mulai September 2026.
Edi mengatakan besaran diskon akan dihitung berdasarkan pemakaian pelanggan pada bulan berjalan. Perhitungan untuk pemakaian September dilakukan pada Oktober dan akan diterapkan pada tagihan berikutnya.
"Nanti akan kita hitung di akhir bulan. Untuk bulan September, dihitung pada Oktober," jelasnya.
Selain dua kebijakan tersebut, Pemkot Pontianak menyiapkan tambahan pasokan air baku tawar dari Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Tiga tongkang akan digunakan untuk membawa air dari sumber yang tidak terdampak intrusi air laut. Air tersebut nantinya dipasok ke IPA Nipah Kuning, IPA Parit Mayor dan Selat Panjang.
"Di sana ada sumber air tawar yang akan kita bawa terutama ke IPA Nipah Kuning, IPA Parit Mayor dan Selat Panjang. Nantinya akan didistribusikan di wilayah tersebut," katanya.
Pemkot Pontianak juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas untuk memperkuat sistem air baku. Edi telah meminta Dinas PU dan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mempercepat penanganan pipa distribusi dari Penepat menuju Pontianak serta instalasi pendukung.
"Saya sudah memerintahkan Dinas PU dan PDAM terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas yang bertanggung jawab terhadap air baku," ujarnya.
Perbaikan rumah pompa dan pintu air juga menjadi bagian dari penanganan. Sejumlah pekerjaan telah dianggarkan dan berjalan, namun Edi meminta prosesnya dipercepat.
Untuk jangka panjang, Pemkot Pontianak mendorong Pemprov Kalbar dan pemerintah pusat memperluas jaringan pipa hingga kawasan Biyung, Kubu Raya. Pemkot juga mengusulkan pembangunan bendung karet di kawasan Penepat.
Menurut Edi, bendung karet diperlukan untuk menjaga cadangan air baku ketika terjadi kemarau panjang. Namun, pembangunan tersebut tetap harus memperhatikan aktivitas lalu lintas angkutan sungai.
"Jangka panjangnya kita minta dikaji bendung karet di Selat Parit Penepat. Kalau terjadi kemarau sangat panjang, bisa ditutup atau dibendung, tetapi tetap memperhatikan lalu lintas angkutan sungai," jelasnya.
Edi berharap penyaluran air tawar dan diskon tagihan dapat menjadi langkah cepat untuk meringankan beban warga. Sementara itu, penguatan infrastruktur air baku disiapkan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
"Ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.
