Krisis air bersih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Kondisi itu membuat warga harus mencari air ke berbagai tempat. Bantuan air bersih dari polisi pun disambut lega.
Salah satunya dirasakan Sri Natalia (42), warga Gang Sabang, Siantan, Pontianak Utara. Ia mengaku sudah berbulan-bulan kesulitan mendapatkan air bersih.
"Udah lama, dah berbulan-bulan," kata Sri saat ditemui di lokasi pembagian air, halaman Mapolsek Pontianak Utara, Selasa (8/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sri, kondisi semakin sulit karena air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa di wilayahnya terasa asin. Air tersebut bahkan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
"PDAM pun asin, Bang, airnya. Tak bisa dipakai untuk mandi pun tak bisa. Airnya pun asin," ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sri sebelumnya terpaksa membeli air galon. Namun, harga air juga mengalami kenaikan.
"Harganya pun naik Rp 10 ribu sekarang. Dulu air galon Rp 7 ribu, sekarang sudah naik Rp 10 ribu. Itu pun sulit dicari di mana-mana," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih dari kepolisian sangat berarti bagi Sri dan warga lainnya. "Kita berterima kasih dengan Bapak Kapolsek dan Kapolresta ini sudah menyediakan air. Kemarin kan sudah sekali. Alhamdulillah dibantu lagi, kita jadi ada air bersih di sini," katanya.
Air bantuan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci hingga memasak. "Untuk nyuci, nyuci beras, nyuci sayur. Untuk minum juga, dimasak," tuturnya.
Sri mengatakan kebutuhan air dalam rumah tangga cukup besar. Untuk kebutuhan keluarganya, ia bisa menghabiskan sekitar dua galon air dalam sehari.
"Biasanya dua galon lah buat satu hari kita. Habis mengambil ini, habis," katanya.
Ia bahkan mengaku sudah tiga kali mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih. "Kalau air habis, kejar lagi kalau ada antrean lagi. Mengharapkan air bersih," ucapnya.
Menurut Sri, warga akan mendatangi lokasi mana pun yang menyediakan air bersih.
"Di mana ada air bersih, kita pergilah. Pokoknya dikejar," ujarnya.
Sri berharap bantuan distribusi air bersih terus dilakukan selama kondisi krisis berlangsung. Bagi warga seperti Sri, bantuan tersebut bukan sekadar air. Di tengah sulitnya mendapatkan air untuk mandi, mencuci hingga memasak, setiap liter air yang datang menjadi bantuan yang sangat berarti.
"Harapannya mudah-mudahan ada bantuan seperti ini, air bersih. Bantu kita warga sini," harapnya.
Polisi Salurkan Air Puluhan Kali
Kapolresta Pontianak Kombes Endang Tri Purwanto mengatakan jajaran kepolisian telah puluhan kali menyalurkan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan menggunakan berbagai sarana, mulai dari kendaraan tangki air milik Polsek, jasa tangki air hingga armoured water cannon (AWC) milik Sat Samapta.
"Yang jelas sudah puluhan. Kami menggunakan kendaraan, baik kendaraan rekan-rekan Polsek menggunakan tangki air, menggunakan jasa tangki air, dan juga menggunakan AWC atau water cannon," ujar Endang.
Kendaraan AWC yang biasanya digunakan untuk mendukung pengamanan aksi unjuk rasa kini dialihfungsikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Biasanya digunakan untuk membubarkan aksi unjuk rasa yang berujung ke anarkis. Tapi alhamdulillah hari ini berubah atau bertransformasi memberikan keringanan kepada masyarakat dan kemudahan dalam hal pemberian atau distribusi air bersih," katanya.
Satu unit AWC yang digunakan memiliki kapasitas sekitar 4.000-5.000 liter atau 4-5 ton air. Endang menjelaskan, air yang didistribusikan berasal dari sumber mata air di kawasan Kumpai yang telah melalui proses pengolahan oleh PT Alas Kusuma.
Air tersebut telah melalui proses filtrasi dan pengolahan sebelum disalurkan kepada masyarakat. Meski demikian, Endang mengingatkan warga memperhatikan kebersihan wadah yang digunakan untuk menampung air.
"Kalau saya melihat dari kondisi galon atau ember dan apa pun yang dibawa masyarakat untuk menampung air, kemungkinan tidak higienis. Jadi lebih baik tetap dimasak untuk mematikan kuman-kuman yang ada, sehingga terhindar dari penyakit seperti sakit perut dan sebagainya," jelasnya.
Selain persoalan air bersih, Endang mengingatkan masyarakat tetap menggunakan masker. Imbauan itu disampaikan karena kualitas udara Kota Pontianak masih buruk akibat kabut asap.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap menjaga kondisi kesehatan di tengah kualitas udara yang memburuk. Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu upaya Polresta Pontianak membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kabut asap, kekeringan dan keterbatasan pasokan air.
Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)
