Kebakaran lahan terjadi di kawasan eks Bandara Temindung, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Dalam proses pemadaman, dua relawan mengalami luka bakar dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto alias Jokis mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 17.30 Wita. Tim pemadam kebakaran, BPBD, dan relawan kemudian bergerak ke lokasi.
"Saat petugas dan relawan melakukan penanganan, ada dua orang rekan kami yang mengalami luka bakar," kata Joko kepada detikKalimantan, Sabtu (12/9/2026).
Kedua relawan tersebut yakni Dino dari Kata Lemlake dan Irfan yang merupakan anggota BPBD Kota Samarinda. Dino mengalami luka bakar cukup parah pada kedua tangannya, sedangkan Irfan mengalami luka bakar pada tangan kanannya.
"Keduanya saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) akibat luka bakar tersebut," ujarnya.
Ada Dugaan Dibakar
Joko menuturkan saat tim tiba di lokasi, api sudah cukup membesar. Petugas dan relawan kemudian melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air ke titik api. Dalam proses pemadaman, relawan menemukan sejumlah tumpukan ban bekas yang diduga menjadi sumber api.
"Dari informasi di lapangan dan video yang tersebar di media sosial serta grup WhatsApp relawan, kebakaran ini diduga disengaja oleh beberapa remaja yang kebetulan tengah membakar di sekitar lokasi ditemukannya ban bekas tersebut," jelasnya.
Menurut informasi yang diterima relawan, para remaja tersebut kemudian meninggalkan lokasi setelah api membesar.
Joko berharap aparat berwenang melakukan penyelidikan untuk mengusut penyebab kebakaran tersebut. Dia juga mengingatkan para relawan agar mengutamakan keselamatan saat melakukan penanganan kebakaran.
"Kami harapkan aparat yang berwenang bisa melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas agar kasus ini tidak kembali terjadi," tuturnya.
"Kepada teman-teman relawan juga kami harapkan tetap safety saat melakukan penanganan kebakaran sehingga kejadian-kejadian yang mengakibatkan korban luka bisa dihindari di kemudian hari," sambung Joko.
Dia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Terlebih, kondisi saat ini masih dipengaruhi musim kemarau dan angin kencang yang bisa menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau membuka lahan dengan cara dibakar, membakar sampah dengan cara dibakar kemudian ditinggal, selagi kondisi saat ini memang kondisi musim kemarau dan angin kencang," pungkasnya.
Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "
(bai/bai)