59 Personel Dikerahkan di Hari Ketiga Karhutla Gunung Arjuno-Welirang

59 Personel Dikerahkan di Hari Ketiga Karhutla Gunung Arjuno-Welirang

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Kamis, 20 Agu 2026 11:15 WIB
Penanganan kebakaran di Gunung Arjuno.
Ilustrasi. Penanganan kebakaran Gunung Arjuno pada 2025. (Foto: Istimewa/dok. Tahura Raden Soerjo)
Kota Batu -

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup total sejak Rabu, 19 Agustus 2026. Memasuki hari ke-3, upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo melibatkan lebih banyak personel gabungan.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan bahwa pada Kamis (20/8/2026) pagi, puluhan personel gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman pada titik kebakaran. Puluhan tim ini diberangkatkan melalui jalur Sumber Brantas.

"Tim yang kami kirim untuk melakukan pemadaman sudah 59 personel. Unsur dari Polhut (Polisi Hutan), Manggala Agni, BPBD, relawan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA)," kata Tyas sapaan akrabnya saat dihubungi detikJatim, Kamis (20/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tyas menjelaskan bahwa saat ini pihaknya memberlakukan sistem pergantian pasukan pemadam. Tim pertama yang bertugas sejak awal penanganan telah ditarik mundur usai berhasil memadamkan beberapa titik api.

"Tim satu kemarin sudah turun dan menginformasikan beberapa titik sudah padam. Sekarang digantikan oleh tim yang kedua naik, dalam rangka penyelesaian pemadaman," terangnya.

ADVERTISEMENT

Tyas menambahkan, tim 2 yang diturunkan pagi ini difokuskan melintasi jalur Sumber Brantas, Kota Batu. Pilihan ini diambil lantaran pertimbangan medan yang lebih mudah dijangkau petugas untuk menuju ke lokasi titik api yang sempat mengarah ke Kota Batu.

"Kami lewat Sumber Brantas karena akses yang mudah lewat situ. Kan awalnya dari atas Pondoan, kemudian mengarah ke Batu. Nah, itu coba kita padamkan," imbuhnya.

Untuk pemadaman jalur darat, para petugas di lapangan dibekali peralatan manual khusus pemadam karhutla guna mencegah titik api baru merembet.

"Pemadaman darat dilakukan dengan pembuatan sekat bakar, juga pemadaman langsung menggunakan gebyok untuk melokalisir api agar tidak menyebar lebih luas. Faktor keselamatan petugas tetap jadi prioritas," tegas Tyas.

Sebagai informasi, kawasan Tahura Raden Soerjo terbakar sejak Selasa 18 Agustus 2026. Peristiwa karhutla ini memaksa pihak pengelola menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang untuk menghindari risiko keselamatan bagi para pendaki.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads