Pergantian pimpinan terjadi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), setelah aksi tenaga kesehatan (nakes) terkait tunggakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim dr Jaya Mualimin membenarkan informasi pergantian tersebut, namun belum dapat memastikan apakah berkaitan dengan aksi nakes.
Jaya membenarkan terusan pesan WhatsApp terkait pergantian pimpinan RSUD AWS yang beredar. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada drg Ahmad Jais sebagai Pelaksana Tugas (Plt) yang saat ini juga masih memimpin RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
"Benar," ujar Jaya kepada detikKalimantan saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Sabtu (12/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: TPP 1.081 Pegawai RSUD AWS Nunggak 3 Bulan |
Jaya kemudian ditanya mengenai alasan Ahmad Jais dipilih memimpin RSUD AWS di tengah posisinya sebagai Direktur RSUD Kanujoso. Termasuk mengenai ketentuan apabila seorang pejabat memimpin dua rumah sakit pemerintah sekaligus.
"Kewenangan ada pada Gubernur, saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini," jelasnya.
Pergantian pimpinan tersebut juga terjadi setelah aksi nakes RSUD AWS terkait TPP beberapa waktu lalu. Dinkes turut dikonfirmasi mengenai informasi pergantian direktur yang disebut berkaitan dengan aksi tersebut, serta kabar sejumlah kepala ruang perawatan dipanggil dan diduga mendapat intimidasi hingga ancaman mutasi, SP1 bagi ASN dan tidak diperpanjangnya masa tugas PPPK.
"Belum ada laporan ke Dinkes," katanya.
Sementara itu, agenda pisah sambut pimpinan RSUD AWS telah dilaksanakan kemarin, Jumat (11/9/2026) di Ballroom Rambulan Lantai 3 Poliklinik RSUD AWS. Jaya mengatakan dirinya tidak hadir dalam kegiatan tersebut karena memiliki agenda lain sehingga Dinkes Kaltim diwakili pejabat Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes).
"Saya kebetulan lagi ada acara, jadi diwakili oleh Kabid Yankes," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pegawai dan nakes di RSUD AWS menggelar aksi terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi 1.081 PNS dan PPPK yang tertunggak selama tiga bulan. TPP periode Juni hingga Agustus 2026 belum dibayarkan karena masih menunggu proses penganggaran melalui APBD Perubahan.
Kepala Instalasi Humas dan PKRS RSUD AWS Samarinda dr Arysia Andhina mengatakan pihak rumah sakit hingga kini masih menunggu proses tersebut. Manajemen juga belum dapat memastikan kapan TPP yang menjadi hak ribuan pegawai itu akan dicairkan.
"Untuk pembayaran TPP, saat ini masih menunggu proses penganggaran melalui APBD Perubahan," ujar Arysia kepada detikKalimantan, Kamis (3/9/2026).
RSUD AWS memiliki sekitar 2.300 karyawan yang terdiri dari berbagai profesi, mulai tenaga kesehatan hingga tenaga pendukung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.081 ASN dan PPPK tercatat sebagai penerima TPP.
