Tim SAR Lanjutkan Pencarian 5 ABK Hilang di Perairan Laut Jawa

Kalimantan Tengah

Tim SAR Lanjutkan Pencarian 5 ABK Hilang di Perairan Laut Jawa

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 11 Sep 2026 09:18 WIB
Tujuh anak buah kapal (ABK) KM Sekar Merah 1 berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Kamis (10/9/2026) jelang Jumat dini hari. (Dok SAR Palangka Raya)
Foto: Tujuh anak buah kapal (ABK) KM Sekar Merah 1 berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Kamis (10/9/2026) jelang Jumat dini hari. (Dok SAR Palangka Raya)
Kotawaringin Barat -

Lima anak buah kapal (ABK) KM Sekar Merah 1 (sebelumnya ditulis Kapal TB KSA 171) masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan lakukan pencarian lanjutan dengan menyisir titik kapal tenggelam di perairan Laut Jawa, sekitar Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kasi Operasi dan Siada Badan SAR Palangka Raya, Maulana Abdilah mengatakan tim gabungan masih harus mencari lima ABK lainnya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan di sekitar lokasi kapal terbalik. Tim SAR mengerahkan sejumlah unsur untuk memperluas upaya pencarian dan pertolongan terhadap para korban yang masih hilang," kata Maulana, Jumat (11/9/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat berasal dari Basarnas, TNI AL dan PMI. Personel Basarnas terdiri dari lima anggota SRU air dan satu anggota SRU darat, dibantu dua personel TNI AL serta dua personel PMI. Kondisi alat utama yang digunakan dalam operasi dilaporkan aman.

Namun, pencarian lima korban hilang sempat menghadapi tantangan berat. Cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat Tim SAR harus ekstra berhati-hati saat menyisir perairan. Maulana mengatakan ketinggian gelombang di sekitar lokasi kejadian mencapai lebih dari empat meter.

"Proses evakuasi terkendala cuaca, gelombang yang tinggi sampai 4 meter lebih, sudah ada peringatan dari rekan BMKG," ungkap Maulana.

Selain gelombang tinggi, kondisi langit di sekitar lokasi juga diliputi awan tebal. Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kobar turut menjadi salah satu kondisi yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi pencarian.

Tim SAR Gabungan selanjutnya menyiapkan pola pencarian dengan melakukan intersep di sekitar perairan Tanjung Puting. Area pencarian akan diperluas sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Ia mengatakan keselamatan tetap menjadi perhatian selama proses operasi berlangsung. Kondisi di lapangan menjadi salah satu pertimbangan tim dalam melakukan penyisiran.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah agar mengutamakan keselamatan. Hindari bertindak tidak aman atau memicu keadaan maupun kondisi yang tidak aman," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas, baik di wilayah perairan, hutan maupun di jalan raya.

"Jangan menambah jumlah korban. Sayangi diri Anda dan keluarga. Operasi pencarian pun terus dilanjutkan dengan harapan kelima ABK yang masih hilang dapat segera ditemukan," tegasnya.

Diketahui kapal mulanya membawa 12 orang ABK. Namun diduga kapal diterjang ombak hingga terbalik pada Rabu (9/9/2026) malam. Tujuh ABK telah dievakuasi, satu orang meninggal, sementara lima orang masih hilang.

"Untuk evakuasi 7 ABK KM Sekar Merah 1, 6 ABK selamat saat ini berada di mess PPI Pangkalan Bun, 1 ABK meninggal masih berada di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," ujar Maulana.

Adapun identitas masing-masing korban selamat yakni atas nama Suganda, Jurkasan, Fadla, Warkina, Durakin yang berperan sebagai koki, dan Casilo.

"Sementara korban meninggal dunia diketahui bernama Suhendi. Adapun lima korban yang masih dalam pencarian belum diketahui identitasnya dan sementara masih tercatat sebagai Mr. X dalam data operasi SAR," imbuh Maulana.

Informasi mengenai tenggelamnya kapal diterima Pos SAR Pangkalan Bun pada Rabu (9/9) sekitar pukul 20.00 WIB. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Banjarmasin dengan tujuan Merak Bakauheni sebelum mengalami kecelakaan di perairan Kumai.

Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi pada Kamis (10/9) pagi. Personel sempat beristirahat di kawasan Tanjung Keluang sebelum kembali melanjutkan operasi pencarian korban.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads