Update Hotspot Indonesia 11 September 2026, Kalteng Tertinggi Capai 96 Titik

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 11 Sep 2026 12:00 WIB
Sebaran titik panas di sejumlah wilayah Indonesia. Foto: Dok. SiPongi Kemenhut
Palangka Raya -

Kementerian Kehutanan secara rutin merilis informasi terkait sebaran titik panas di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga Jumat (11/9/2026), terpantau 569 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional.

Data tersebut berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla Indonesia, Kalimantan Tengah mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 96 titik.

Mengutip data SiPongi dan rilis resmi Kemenhut, berikut sebaran hotspot high confidence di enam provinsi prioritas:

  • Kalimantan Tengah: 96 titik
  • Kalimantan Barat: 39 titik
  • Sumatera Selatan: 34 titik
  • Riau: 18 titik
  • Kalimantan Selatan: 9 titik
  • Jambi: 2 titik

Kemenhut juga kembali mengingatkan bahwa satu titik hotspot bukan berarti sama dengan satu kejadian kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali panas yang terdeteksi satelit sehingga setiap titik tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi asli di lapangan.

Data beberapa hari sebelumnya juga menunjukkan kondisi hotspot masih terus berubah. Pada 8 September, misalnya, terdeteksi 397 hotspot high confidence secara nasional.

53 Armada Udara Disiagakan

Pengendalian karhutla terus dilakukan oleh Manggala Agni bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Saat ini, beberapa usaha tengah dilakukan, seperti patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan, mopping up, dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Selain operasi darat, Kemenhut juga menyiagakan 53 armada udara di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk water bombing, sedangkan 19 armada lainnya untuk patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

OMC tetap disiapkan dengan memanfaatkan potensi awan untuk membantu pembasahan lahan dan mendukung pengendalian karhutla. Sebelumnya, OMC pada 8 September juga dilaporkan membantu memicu hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kualitas Udara Masih Dipantau

Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan masih mengkhawatirkan. Kemenhut menyebut kondisi PM2,5 bervariasi, dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang.

Untuk beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan di beberapa area masuk dalam kategori berbahaya.

Kemenhut mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap, titik api, atau indikasi karhutla, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas atau Posko Karhutla Kemenhut.

Apabila menemukan titik kebakaran hutan, segera lapor ke call center berikut ini:

  • Kalimantan Barat: 0811 577 6767 (Balai KSDA Kalbar)
  • Kalimantan Tengah: 0811 5218 500 (Balai KSDA Kalteng)
  • Kalimantan Timur: 0821 1333 8181 (Balai KSDA Kaltim)



Simak Video "Video: Hotspot Mulai Menurun, Sumbagsel Tetap Waspada Karhutla "

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork