Helikopter Jatuh di Sarawak-5 Orang Tewas, Pencarian Terkendala Kabut Asap

Internasional

Helikopter Jatuh di Sarawak-5 Orang Tewas, Pencarian Terkendala Kabut Asap

Novi Christiastuti - detikKalimantan
Rabu, 09 Sep 2026 14:40 WIB
Ilustrasi helikopter
Ilustrasi helikopter/Foto: Getty Images/iStockphoto/jocrebbin
Balikpapan -

Helikopter layanan medis yang dijuluki 'flying doctor' jatuh di negara bagian Sarawak, Malaysia. Lima orang yang ada di dalam helikopter tersebut termasuk staf medis dikonfirmasi tewas.

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti Sarawak, imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, disebut mempersulit upaya pencarian lokasi jatuhnya helikopter.

Seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Reuters, Rabu (9/9/2026), helikopter itu jatuh di dekat lapangan terbang Long Lellang di Sarawak bagian utara pada Selasa (8/9) waktu setempat. Lapangan terbang itu dikhususkan untuk aktivitas lepas landas dan pendaratan di landasan pendek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, mengatakan informasi awal menunjukkan bahwa seorang pilot dan empat staf Kementerian Kesehatan ada di dalam helikopter yang jatuh tersebut. Layanan 'flying doctor' biasanya menggunakan pesawat untuk memberikan layanan medis, transportasi darurat, dan layanan klinis bagi area pedesaan atau area-area terpencil di Malaysia

Sementara itu, Komisioner Kepolisian Sarawak, Mohamad Zainal Abdullah, mengatakan operasi pencarian pada Selasa (8/9) terkendala oleh kondisi kabut asap, yang membuat tim penyelamat tidak dapat menggunakan layanan transportasi udara. Lokasi jatuhnya helikopter berada di area terpencil yang membutuhkan waktu perjalanan darat selama 10 jam.

Mengenai penyebab jatuhnya helikopter medis itu belum diketahui secara jelas. Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) mengatakan Biro Investigasi Kecelakaan Udara di bawah Kementerian Perhubungan sedang menyelidiki insiden tersebut.

Seperti dilansir The Star, CAAM melaporkan insiden itu melibatkan helikopter jenis BO-105 dengan nomor registrasi 9M-LLF. CAAM menerima laporan bahwa helikopter itu jatuh pada Selasa (8/9) sore, sekitar pukul 15.58 waktu setempat.

Sementara itu, Sarawak yang terletak di Borneo, sangat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan beberapa waktu terakhir. Data pemerintah Malaysia menunjukkan banyak wilayah di Sarawak mencatat tingkat kualitas udara yang tidak sehat.

Pekan lalu, otoritas Malaysia menetapkan status darurat di distrik Serian di Sarawak setelah tingkat polusi udara mencapai taraf berbahaya, meskipun status darurat itu kemudian dicabut menyusul membaiknya kualitas udara.

Artikel ini sebelumnya tayang di detikNews dengan judul Heli Medis 'Flying Doctor' Jatuh di Sarawak, 5 Orang Tewas.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads