Pasokan Air Berkurang, 38 Ribu Pelanggan PTMB di Balikpapan Terdampak

Kalimantan Timur

Pasokan Air Berkurang, 38 Ribu Pelanggan PTMB di Balikpapan Terdampak

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Selasa, 08 Sep 2026 16:40 WIB
Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Muhammad Kohiruddin.
Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Muhammad Kohiruddin. Foto: Ary Nindita Intan/detikKalimantan
Balikpapan -

Sebanyak 38.000 sambungan rumah di Balikpapan terdampak penyusutan ketinggian air waduk akibat kemarau. Kondisi tersebut membuat jam layanan distribusi air bersih kepada pelanggan terpaksa dikurangi.

Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Muhammad Kohiruddin mengatakan pengurangan pelayanan terjadi setelah kapasitas pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Teritip diturunkan. Langkah ini menyusul instruksi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV yang berlaku sejak 1 September 2026.

"Kondisi ini terjadi akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. PTMB mendapatkan instruksi dari BWS Kalimantan IV untuk menurunkan pengambilan air baku di Waduk Manggar dan Waduk Teritip per 1 September 2026," ujarnya, Selasa (8/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengambilan air baku di Waduk Manggar yang sebelumnya 1.150 liter per detik diturunkan menjadi 900 liter per detik. Sementara di Waduk Teritip diturunkan dari 220 liter per detik menjadi 110 liter per detik.

"Ada penurunan pasokan, sehingga kapasitas pengolahan air baku di Waduk Manggar diturunkan menjadi 900 liter per detik. Kemudian di Waduk Teritip turun menjadi 110 liter per detik," kata Kohiruddin.

Total pengurangan kapasitas pengambilan air baku dari kedua waduk tersebut mencapai 360 liter per detik. Pengurangan ini terpaksa dilakukan agar ketersediaan air dapat tetap terjaga di tengah kondisi kemarau.

"Kapasitas pengambilan air di Waduk Manggar turun sekitar 250 liter per detik. Kemudian di Waduk Teritip berkurang hingga 50 persen atau turun sebesar 110 liter per detik. Jika diakumulasi dari dua sumber air baku, total penurunan sekitar 360 liter per detik," ulasnya.

Kebijakan tersebut turut berdampak pada durasi pelayanan air bersih kepada pelanggan. Jika sebelumnya air dapat mengalir hingga 24 jam, saat ini pelanggan berpotensi mendapatkan aliran pada waktu-waktu tertentu.

"Tentu pelayanan akan terganggu, awalnya pelayanan bisa 24 jam, tapi sementara berkurang. Dari data yang kami kumpulkan ada sekitar 38.000 sambungan rumah yang terganggu jam pelayanannya," ucapnya.

Kohiruddin menegaskan distribusi air tidak dihentikan sepenuhnya seiring dengan pengurangan pelayanan air bersih tersebut. Kondisi ini dilakukan karena kuantitas air baku yang diolah mengalami penurunan.

"Bukan berarti air mati sama sekali, hanya jam pelayanan yang berkurang. Jadi sekali lagi, masyarakat jangan panik, ini hanya jam pelayanannya saja berkurang karena memang kuantitas air baku yang diolah menurun," tuturnya.

PTMB mengimbau pelanggan menyiapkan tempat penampungan air dan menggunakan air secara bijaksana selama kondisi kemarau. Imbauan ini sebagai antisipasi dalam menghadapi pengurangan jam layanan selama kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.

"Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau masih berlangsung hingga Oktober 2026. Untuk itu, kami mengimbau pelanggan untuk bisa menyiapkan tampungan air, tidak perlu memiliki tampungan yang banyak, diperkirakan saja untuk kebutuhan beberapa hari tercukupi," tambah Kohiruddin.

Pihaknya juga berupaya melakukan pendistribusian air secara merata sehingga pelanggan terdampak tetap mendapatkan pelayanan. PTMB juga menyiapkan armada tangki truk untuk mendukung pendistribusian air bersih non perpipaan.

"Kita berusaha terus membagi air secara merata. Truk tangki juga dipersiapkan agar masyarakat tetap dapat mengakses air bersih," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads