Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) meraih dua penghargaan Terbaik I oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dua penghargaan ini berkaitan dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Penghargaan diberikan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan. Dua penghargaan tersebut pada kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, serta Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud mengatakan capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi pemprov dalam menjalankan program, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Terlebih, penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil penilaian objektif dari kinerja pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Berkat penilaian secara objektif, Kaltim mendapatkan predikat terbaik untuk regional Kalimantan dalam kategori bidang pendidikan dan kesehatan," ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Akses layanan pendidikan dan kesehatan akan terus diperluas untuk masyarakat Kaltim. Mulai dari pendidikan S1-S3 secara gratis, hingga jaminan kepesertaan BPJS Kesehatan sesuai persyaratan berlaku.
"Masyarakat Kaltim hari ini mendapatkan pendidikan mulai dari S1 sampai dengan S3, asal berdomisili di Kaltim, itu semuanya mendapatkan secara gratis, hanya tinggal mendaftar saja. Begitu juga di bidang kesehatan, cukup dengan KTP yang sekali lagi berdomisili minimum tiga tahun di Kaltim, maka apabila di Kabupaten/Kota tidak terkover, secara otomatis akan terkover untuk BPJS-nya," ungkap Rudi.
Deretan standar pelayanan lainnya juga akan terus dijalankan Pemprov Kaltim. Di antaranya pemberian insentif bagi guru honorer, baik sekolah negeri maupun swasta, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA; hingga bantuan biaya administrasi rumah subsidi bagi masyarakat kurang mampu.
"Standar pelayanan minimum mulai dari insentif untuk guru honorer, baik swasta maupun negeri mulai dari PAUD sampai dengan SMA. Begitu juga dengan bantuan rumah subsidi untuk masyarakat tidak mampu, biaya rumah administrasinya dibantu dengan nilai lebih kurang sekitar Rp 10 juta per rumah," ulasnya.
Rudy menegaskan, penghargaan tersebut tidak mempengaruhi kebijakan Pemprov Kaltim dalam menjalankan program unggulan pemerintah daerah. Sehingga menjadi bentuk apresiasi pemprov dalam menjalankan program.
"Program ini kita jalankan untuk masyarakat. Sebenarnya tanpa ada penilaian, memang ini adalah bagian daripada program unggulan Pemprov Kaltim," tuturnya.
Penggunaan dana insentif yang diberikan Kemendagri atas penghargaan tersebut akan dibahas bersama jajaran Pemprov Kaltim. Rudy memastikan anggaran akan disalurkan untuk layanan dasar masyarakat.
"Kami diskusikan dengan seluruh jajaran Pemprov, apakah untuk program penanganan stunting atau kegiatan bedah rumah. Pastinya tahun ini untuk penggunaan anggarannya, lebih cepat, lebih bagus. Jangan disimpan dananya, biar bisa berputar dan bisa bermanfaat untuk masyarakat kita," kata Rudi.
Pihaknya juga akan menonjolkan program yang berfokus pada pengelolaan sampah. Hal ini seiring dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Mendagri Tito Karnavian dalam mewujudkan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
"Bidang pendidikan dan kesehatan itu sudah pasti. Namun saat ini kita akan menonjolkan di Indonesia Asri, termasuk juga dengan bedah rumah akan kita perbaiki sanitasi dan semuanya," ucapnya.
Ke depan, Pemprov Kaltim akan mengembangkan inovasi konektivitas antar wilayah. Rudi menilai, luas wilayah Pulau Kalimantan hampir setara dengan Jawa, namun akses jalan masih terbatas dengan luasan wilayah tersebut.
"Karena Kaltim ini sangat luas, luasnya seluas dengan Pulau Jawa, namun kita masih terkendala berkaitan dengan akses. Kita mulai dari karhutla dan bencana kekeringan di Mahakam Ulu, akses jalannya masih terbatas. Saat ini Pemprov Kaltim lagi giat-giatnya membangun akses jalan ke sana untuk membuka beberapa daerah yang terisolir," imbuhnya.
Dengan pembangunan konektivitas ini, seluruh wilayah Kaltim dapat semakin terhubung. Sehingga kehadiran pemerintah dapat lebih dirasakan masyarakat.
"InsyaAllah, tahun ini semuanya akan sudah terkoneksi. Kami berharap kehadiran pemerintah provinsi ini betul-betul harus bisa dirasakan manfaatnya kepada seluruh masyarakat Kaltim," pungkasnya.
