Seorang relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah bernama Ahmadin alias Itam Madin gugur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun menyampaikan bela sungkawa yang mendalam.
Dikutip dari detikNews, hal tersebut disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, saat membuka konferensi pers penanganan karhutla di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026).
"Izinkan saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Ahmadin, relawan Huma Singgah Itah yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla BPBD Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah," kata Berton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berton menjelaskan pihaknya telah menerima informasi duka tersebut sejak beberapa hari lalu. Namun perlu melakukan verifikasi sebelum menyampaikannya secara resmi kepada publik. Almarhum diketahui mengembuskan napas terakhir pada Minggu 30 Agustus 2026.
"Almarhum meninggal dunia pada hari Minggu, 30 Agustus 2026 pascamenjalani misi pemadaman karhutla di Karang Anyar, Mendawai, Arut Selatan," ucap Berton.
"Terima kasih atas keberanian dan pengabdian almarhum yang dipertaruhkan hingga akhir hayat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," doanya.
Dirawat karena Sesak Napas
Diberitakan sebelumnya, Ahmadin merupakan anggota relawan Damkar Huma Singgah Itah yang aktif dalam penanggulangan karhutla di wilayah Kotawaringin Barat. Sebelum meninggal, dia sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.
Ahmadin dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas akut akibat terpapar asap pekat selama satu pekan berjibaku memadamkan titik api di lapangan. Namun, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam.
Baca artikel selengkapnya di sini.
