Kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Warga masih harus berhadapan dengan persoalan lain yang datang bersamaan, mulai dari antrean SPBU hingga pemadaman listrik bergilir.
Roni Amsyah, warga Desa Tanjung Putri, mengaku akses menuju Pangkalan Bun sempat ditutup total karena asap karhutla begitu tebal hingga mengganggu jarak pandang pada Rabu (2/9). Hal itu menghambat aktivitas warga.
"Kemarin jalan menuju Pangkalan Bun sempat ditutup total imbas karhutla. Asap tebal, tidak terlihat, padahal mau ke SPBU ngisi BBM," kata Roni, Kamis (3/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kondisi belum benar-benar aman, Roni tetap berangkat ke Pangkalan Bun karena membutuhkan bahan bakar untuk kendaraannya. Setibanya di SPBU, ia kembali dihadapkan dengan antrean panjang.
"Hari ini saya paksakan ke Pangkalan Bun. Sudah asap tebal, eh pas ke SPBU antrean panjang," ujarnya.
Antrean BBM membuat warga harus menghabiskan waktu lebih lama di tengah kondisi udara yang tidak nyaman. Di saat yang sama, kebutuhan bahan bakar tetap tidak bisa ditunda karena kendaraan menjadi penunjang aktivitas sehari-hari.
Keluhan juga dari Mirna Salihin, warga Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan. Dampak asap karhutla bahkan dirasakan langsung oleh keluarganya. Menurut Mirna, asap tebal membuat anaknya sakit hingga mengalami kesulitan bernapas. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pemadaman listrik bergilir.
"Penderitaan kami lengkap. Karhutla, asap tebal, anak sakit susah bernapas, ditambah lagi pemadaman listrik bergilir," ungkap Mirna.
Meski demikian, ia menyebut kondisi kelistrikan belakangan mulai membaik. Persoalan yang paling dirasakan masyarakat saat ini justru masih berkutat pada asap karhutla dan antrean BBM.
"Kalau untuk pemadaman sudah mulai membaik. Yang paling berat asap karhutla dan antrean BBM," katanya.
Warga berharap penanganan karhutla segera membuahkan hasil sehingga kepungan asap berangsur hilang. Mereka juga berharap pasokan BBM tetap terjaga dengan antrean yang tidak semakin panjang serta kondisi kelistrikan kembali stabil.
