Usai International Challenge, Pontianak Gelar BWF World Tour Super 100

Bulu Tangkis

Usai International Challenge, Pontianak Gelar BWF World Tour Super 100

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 01 Sep 2026 04:59 WIB
Pontianak bersiap menjadi tuan rumah Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. (dok PBSI)
Foto: Pontianak bersiap menjadi tuan rumah Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. (dok PBSI)
Pontianak -

Kota Pontianak kembali menjadi panggung bulu tangkis internasional. Setelah sukses menggelar Polytron Pontianak International Challenge 2026, Pontianak langsung naik level dengan menjadi tuan rumah Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

Turnamen yang masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100 itu akan berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pada 1-6 September 2026. Total hadiah yang diperebutkan mencapai US$120 ribu.

Ajang tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian kompetisi internasional di Pontianak. Bedanya, level persaingan pada Indonesia Masters lebih tinggi karena para pemain juga memperebutkan poin ranking BWF yang penting untuk mendongkrak posisi di peringkat dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak.

"Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat," ujar Yuni, Senin (31/8/2026).

Yuni berharap antusiasme penonton kembali memenuhi GOR Terpadu Ahmad Yani. Harga tiket pun tetap dipatok terjangkau agar masyarakat bisa menyaksikan langsung pertandingan kelas internasional.

"Antusiasme masyarakat pada International Challenge sangat luar biasa. Kami berharap atmosfer tersebut kembali hadir, bahkan lebih meriah di Indonesia Masters," katanya.

Skala Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 terlihat dari jumlah peserta. Sebanyak 356 atlet dari 17 negara ambil bagian dalam turnamen tersebut. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta berasal dari Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 107 atlet. Berikutnya Chinese Taipei dengan 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.

Sejumlah pemain Indonesia juga akan tampil di hadapan publik Pontianak. Di sektor tunggal putra, ada Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Christian Adinata.

Sementara tunggal putri diisi Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo, dan Dalila Aghnia Puteri.

Pada ganda putra, Indonesia menurunkan antara lain Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.

Di ganda putri ada Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia dan Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo. Sedangkan sektor ganda campuran akan diramaikan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Indonesia datang dengan modal positif setelah menjadi juara umum Polytron Pontianak International Challenge 2026. Tiga gelar diraih melalui Richie Duta Richardo di tunggal putra, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu di ganda campuran, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo di ganda putra.

Khusus ganda putra, Indonesia bahkan menempatkan empat wakil di semifinal sehingga tercipta all Indonesian semifinals. Pulung/Wahyu kemudian keluar sebagai juara.

Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso mengatakan, penyelenggaraan dua turnamen internasional secara berurutan menjadi momentum penting bagi perkembangan bulutangkis di Kalbar.

"Ini momentum yang sangat baik untuk bulutangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu yang berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat ke level BWF World Tour Super 100," ujar Joko.

Dia berharap kehadiran pemain nasional dan internasional dapat memberi dampak terhadap pembinaan atlet muda Kalbar.

"Atlet-atlet muda bisa melihat langsung kualitas pertandingan di level internasional dan mendapatkan motivasi untuk berkembang," katanya.

Persaingan Indonesia Masters 2026 dipastikan tidak mudah. Sejumlah pemain dari berbagai negara akan menjadi ancaman bagi wakil Indonesia. Di tunggal putra, Prannoy H S dari India menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Ada pula Wang Po Wei dari Chinese Taipei.

Sementara di tunggal putri, tiga wakil India menempati posisi unggulan teratas, yakni Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj, dan Anmol Kharb. Pada ganda putra, pasangan Hong Kong Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai menjadi unggulan pertama. Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng dari Chinese Taipei berada di posisi unggulan kedua.

Ganda putri juga menghadirkan persaingan dari Thailand melalui pasangan Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan dan Phaiarin Aiamvareesrisakul. Sedangkan ganda campuran akan diramaikan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn serta wakil Chinese Taipei Ming Che Lu/Chou Yun An.

Meski level turnamen meningkat menjadi BWF World Tour Super 100, harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap dipatok Rp20 ribu. Harga tersebut sama seperti tiket Polytron Pontianak International Challenge sebelumnya.

Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10 ribu. Tiket dapat dibeli secara online melalui tiket.com maupun di Ticket Box yang tersedia di GOR Terpadu Ahmad Yani.

Public Relation Manager Polytron Kenny Meigar mengatakan dukungan Polytron terhadap turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendekatkan bulutangkis internasional kepada masyarakat.

"Bagi Polytron, mendukung turnamen ini bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah ajang olahraga, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami untuk membawa atmosfer dan pertandingan bulutangkis internasional lebih dekat kepada masyarakat," ujar Kenny.

Dia berharap masyarakat Pontianak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyaksikan langsung pertandingan sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet Indonesia.

"Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, yaitu Rp20.000, kami ingin bulutangkis internasional dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin pecinta bulutangkis di Pontianak," katanya.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di arena, pertandingan semifinal pada Sabtu (5/9) dan final pada Minggu (6/9) dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV. Kedua pertandingan akan dimulai pukul 13.00 WIB.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Ikut Main Barongsai Seru bersama Artis di Pontianak "
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads